Mencegah Penularan COVID – 19

  • Whatsapp

Oleh: Yuni Ayu Izma – Mahasiswa STISIPOL PAHLAWAN 12 Sungailiat, Bangka

Media sosial akhir-akhir ini, menghebohkan masyarakat kita dengan munculnya Covid-19. Virus Corona atau Covid-19 adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh pada manusia, sehingga salah satu sistem terutama sistem pada pernapasan manusia terganggu. Penyakit jenis ini sangatlah cepat menyebar, terutama melalui infeksi virus. Jenis virus corona ini tergolong jenis virus baru, begitu pesatnya virus corona ini menular ke manusia tanpa memandang siapa saja baik itu bayi, anak-anak, orang dewasa, ibu hamil maupun lansia.

Sejak beredarnya Virus Corona, masyarakat mulai merasa resah. Hampir seluruh dunia terutama di China, Korea, Italia, Singapura dan beberapa negara lain, termasuk Indonesia telah mengalami penularan. Dengan kepulangan mahasiswa yang kuliah di luar negeri dan para wisatawan asing yang berkunjung ke Indonesia, menjadikan tumbuhnya virus tersebut. Covid-19 terus berlanjut hingga mewabah dan menjadi pandemik di dunia.

Baca Lainnya

Berdasarkan data yang dilansir dari detiknews pada 2020, Virus jenis ini pertama kali ditemukan di kota Wuhan, China pada akhir Desember 2019. Jumlah kasus Virus Corona ini terus meningkat dengan beberapa melaporkan kesembuhan dan dikabarkan meninggal. Kini Covid-19 begitu cepat menular. Jenis penyakit misterius ini belum diketahui pasti sumber penyebarannya. Namun virus ini telah menjadi perhatian serius. Adanya dugaan Covid-19 dibawa kelelawar dan hewan lain yang dimakan manusia hingga terjadi penularan menjadikan suatu jawaban jelas adanya Covid-19. Selain itu, hampir semua warga Wuhan yang suka mengkonsumsi hewan liar ini menjadi penyebab utama munculnya Virus Corona.

Baru-baru ini salah satu korban yang positif terinfeksi Covid-19 mengejutkan penulis, membagikan kisahnya dalam vlog akun Instagramnya, dimana seorang perempuan mengenakan masker yang berada di salah satu mall. Dia menceritakan bahwa saat ini dia dibebaskan begitu saja tanpa adanya pengawasan dari pihak rumah sakit, padahal telah mengecek sampel dirinya positif terkena Virus Corona dan dia disuruh pindah ke tempat rumah sakit yang lebih besar guna menjalankan pengobatan yang lebih lanjut.

Padahal dari berbagai pencegahan yang dilakukan oleh pihak rumah sakit luar negeri, pasien terkena Virus Corona langsung ditangani hingga dibawa ke rumah sakit dan diisolasi pada ruangan khusus. Nah, kenapa sampai saat ini dibiarkan bebas berkeliaran di masyarakat? Apakah masyarakat setuju dengan hal ini? Coba tanyakkan pada penulis? Justru tidak. Coba saja ada yang iseng-iseng, pulang ke rumah dan berinteraksi pada masyarakat sekitar. Ini juga bisa menambah korban Virus Corona. Tidak ada yang tahu pasti bahwa di sekitar kita ada yang terkena Virus Corona dan sengaja tidak terobati berkeliaran di masyarakat.

Bukankah virus jenis ini telah menjadi topik terviral di seluruh dunia. Adanya berbagai isu yang beredar menjadikan pihak negara kewalahan mengatasinya. Belum lagi beredar isu bahwa belum adanya obat yang ampuh dalam penyembuhan penyakit jenis ini. Lalu apakah kita masih bisa berleha-leha dalam menyikapi permasalahan ini.

Pemerintah juga harus bisa mengatasi adanya kasus ini. Kondisi yang tidak kondusif ini hampir menakuti masyarakat kita. Mengurangi aktivitas untuk tidak berkumpul di banyak orang juga bisa mengurangi peningkatan Covid-19, namun apa daya semakin maraknya  virus ini menyebar, kini pihak industri, pemasukkan bahan dan obat-obatan drastis mengalami penurunan. Kurangnya barang yang dibutuhkan mengalami kenaikan harga. Selain itu, menggunakan alat pendeteksi Virus Corona ini bertujuan untuk mengetahui siapa saja yang terkena Virus Corona. Masyarakat harus bisa menjaga dirinya, sehingga tidak terjangkit pada virus ini.

Dengan adanya kebijakan pemerintah meliburkan sekolah selama 14 hari diwilayahnya masing-masing untuk mengurangi penyebaran Covid-19, para siswa disarankan untuk belajar mengajar online di rumah. Namun dari adanya kebijakan ini, masih banyak orang tua tidak memahami tujuan dari kebijakan yang dibuat. Perihal kebijakan ini sangatlah penting dipatuhi dan bisa memotong rantai proses penularan, karena selama 14 hari inilah mampu menyelamatkan ribuan orang. Ketika seseorang terkontak dengan apapun yang terinfeksinya, maka ditunggu selama 14 hari minimal guna mengintrogasi keadaan dirinya, jika tidak terjadi apa-apa maka dia aman. Semua orang harus bisa meningkatkan kesadarannya untuk bisa bekerja sama dan kompak tidak kemana-mana selama 14 hari, kecuali dalam keadaan yang mendesak kepentingannya secara pribadi.

Kita sebagai makhluk social, marilah kita bersama-sama mencegah penularan Covid-19. Apabila sedang berada di keramaian gunakan masker untuk berjaga-jaga. Rajinlah mencuci tangan dengan sabun dan air. Lakukan berjaga jarak pada seseorang yang terkena batuk dan flu, itu juga bisa menghindari berbagai virus yang berterbangan. Makanlah makanan yang bergizi setiap hari dan cukupkan beristirahat di rumah, lakukan olahraga setiap hari dan jangan merokok demi mencegah virus lain yang muncul. Selain itu, masak makanan yang mengandung banyak protein dan hewan masaknya sampai matang dengan begitu tidak ada virus lain yang muncul. Pada penyebaran Virus Corona tidak melayang di udara, tetapi menempel pada benda, maka gunakanlah sterilizer yang berbahan alkohol pada telapak tangan untuk berjaga-jaga. Dengan melakukan berbagai instruksi pola hidup sehat maka kita akan tetep sehat. (***)

Related posts