Menakar Efektivitas Digitalisasi Ekonomi di Tengah Pandemi Covid-19

  • Whatsapp
Anggun Pratiwi
Mahasiswa Universitas Bangka Belitung

Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) adalah virus yang menyerang sistem pernapasan. Virus ini pertama kali ditemukan di Kota Wuhan, China, pada akhir Desember 2019. Tidak hanya menyerang lini kesehatan, Covid-19 juga turut mempengaruhi laju perekonomian global. Bahkan, Lembaga Dana Moneter Internasional (IMF) memprediksi dampak Covid-19 terhadap perekonomian dunia akan lebih buruk dari depresi besar tahun 1930-an. Indonesia sebagai salah satu negara terdampak Covid-19 pun merasakan hal yang sama. Hingga 20 Mei 2020, jumlah pasien positif Covid-19 di Indonesia mencapai 19.189 kasus dan mencapai 4,9 juta kasus di seluruh dunia.

Berkaca dari masif dan cepatnya penyebaran Covid-19, beberapa negara pun mulai menyusun strategi menekan Covid-19. Salah satunya adalah melalui pembatasan ruang gerak masyarakat. Hal ini pun mulai diberlakukan di Indonesia melalui penerapan physical distancing, meliburkan sekolah – sekolah, work from home dan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar).

Read More

Namun, upaya tersebut pun harus dibayar mahal dengan goncangan perekonomian nasional dan melebarnya defisit anggaran. Menurut Tim Pakar Ekonomi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dari Universitas Indonesia, Dr Beta Yulianita, jumlah tenaga kerja yang di PHK akibat Covid-19 mencapai 2 juta tenaga kerja yang kemudian meningkat hingga 6 juta tenaga kerja dari sektor formal pada 12 Mei 2020. Tidak hanya itu, berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UMKM mencatat bahwa terdapat 43% UMKM berhenti beroperasi akibat pandemi Covid-19. Akibatnya, UMKM yang digadang – gadang mampu menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia mulai goyah dihantam Covid-19.

Adapun upaya menekan perlambatan ekonomi yang telah dilakukan oleh pemerintah melalui relokasi anggaran dan pemberian stimulus fiskal maupun komersial merupakan kebijakan yang bersifat jangka pendek dan terbatas pada anggaran. Sedangkan kepastian ekonomi di tengah pandemi Covid-19 sama sekali tidak dapat diprediksi. Hal ini pun tidak hanya dialami oleh Indonesia saja. Bahkan, The Economist Intelligence Unit (EIU) memprediksi negara – negara maju dan berkembang yang tergabung dalam G20 akan mengalami resesi pada 2020.

Related posts