Memastikan Siswa dan Guru Menikmati Ujian Online

  • Whatsapp
Alexandra, S.P
Guru Produktif di SMK Negeri 1 Kelapa

Whatsapp, google classrooom, aplikasi, video conference, video call, zoom, youtube, email, upload, download, rendering merupakan sederet istilah yang sangat melekat di telinga seluruh pelajar se-Indonesia Raya. Seluruh layanan tersebut membutuhkan jaringan internet dan kuota data yang tidak sedikit. Di saat pertumbuhan ekonomi dirasa melambat belakangan ini, menjadikan jaringan internet dan kuota data sebagai sesuatu yang begitu berharga sekaligus mahal bagi kebanyakan pelajar di daerah pinggiran. Jelas saja, paket data yang stabil menjadi kebutuhan primer bagi para pelajar dalam pelaksanaan learning from home alias belajar dari rumah. Tanpa jaringan internet yang kuat dan kuota data yang cukup, para pelajar tidak dapat mengakses pembelajaran atau tugas yang diberikan oleh guru-gurunya.

Memasuki pertengahan bulan Juni, nampaknya menjadi momen yang dinantikan para pelajar sekaligus masa menegangkan bagi mereka. Menjadi momen yang dinantikan, artinya sebentar lagi para pelajar minimal akan menikmati the real holiday. Liburan tanpa harus berkutat dengan pembelajaran daring resmi dari sekolah, saat dimana jaringan internet dan kuota data dimaksimalkan untuk permainan game online, chatting, sosial media, netflix, viu, dan sebagainya. Momen dimana para pelajar sejenak beristirahat dari aktivitas daring dan tugas-tugas belajar yang selama beberapa bulan ini, mungkin atau bahkan sedikit banyak mempengaruhi kenyamanan hidup mereka. Wah, membayangkan hal tersebut, penulis yakin para pelajar pasti bersemangat dalam menjalani hari-hari di bulan Juni ini.

Sebelum sederet kenyamanan tersebut dapat dijalani, para pelajar harus terlebih dahulu melewati momen awal bulan Juni yang juga menegangkan. Penilaian Akhir Semester yang sekarang berganti nama menjadi Ujian Kenaikan Kelas merupakan aktivitas yang harus dilalui para pelajar untuk menentukan apakah mereka dapat naik ke tingkat selanjutnya. Proses Ujian yang dilakukan pendidik di akhir semester genap ini, pada dasarnya bertujuan untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik pada satuan pendidikannya. Umumnya, hasil dari Ujian Kenaikan Kelas ini, akan diolah bersama dengan Nilai Harian, Nilai Tengah Semester dan Nilai Praktik berdasarkan koefisien perbandingan yang telah ditentukan yang kelak akan tertuang dalam Laporan Hasil Belajar Peserta Didik.

Berkaitan dengan masa pandemi Covid-19, salah satu kebijakan Menteri Pendidikan melalui Surat Edaran Nomor 4 tahun 2020 terkait Kenaikan Kelas dalam masa darurat penyebaran Coronavirus Disease (Covid-19) menyebutkan bahwa Ujian Kenaikan Kelas dapat dilakukan dalam bentuk portofolio nilai rapor dan prestasi yang diperoleh sebelumnya, penugasan, tes daring dan/atau bentuk asesmen jarak jauh lainnya. SMK Negeri 1 Kelapa yang terletak di ruas utama jalan Kelapa-Muntok memilih untuk melakukan Ujian Kenaikan Kelas secara daring/online. Para guru, termasuk penulis, sudah kadung jatuh cinta terhadap segala sesuatu yang berbau online. Pembuatan soal yang hemat waktu, penilaian otomatis dan dapat segera dirilis kepada siswa, rekapitulasi nilai yang mudah bahkan analisis soal yang dulunya dilakukan secara manual serta menguras tenaga, saat ini, dapat dilakukan dengan sekejab mata. Bagi penulis, layanan Google Form yang penulis kenal di masa pandemi ini begitu efektif dan efisien digunakan sebagai media ujian daring/online.

Baca Lainnya

Beberapa hal yang harus diperhatikan oleh siswa saat mengikuti ujian online yaitu pastikan jaringan internet kuat dan stabil, pastikan siswa menggunakan google chrome dan memiliki akun google, pastikan siswa mengakses Link/URL ujian yang benar, pastikan siswa mengisi data diri dan memasukkan token dengan benar, pastikan siswa menjawab seluruh soal, dan pastikan siswa mengklik “kirim” pada layar.

Bagi siswa, momen inilah yang begitu berat untuk dijalani. Dikatakan berat, bukan karena soal-soal ujian yang sulit dicerna, namun lebih kepada terkurasnya kuota internet selama dua minggu ini. Setiap siswa harus menyiapkan kuota sekian gigabyte untuk mengikuti seluruh mata pelajaran yang diujikan secara online. Paperless Test ini, juga mewajibkan siswa mengatur waktu dan menyesuaikan ketersediaan jaringan internet dirumahnya. Memang, bagi para siswa yang jaringan internetnya berada pada zona lemot ataupun berasal dari keluarga yang kurang mampu, sekolah memberikan bantuan dan alternatif lain sehingga siswa tetap dapat mengikuti ujian tersebut. Penulis sebut menegangkan, karena pada bulan ini, siswa akan mendapat Laporan Hasil Belajar berbentuk Raport. Raport itulah yang akan menentukan naik atau tidaknya siswa ke tingkat selanjutnya.

Dibalik ketegangan itu, penulis yakin bahwa para pelajar di seluruh Indonesia, terkhusus siswa SMK Negeri 1 Kelapa, begitu antusias dan bersemangat menyelesaikan Ujian Kenaikan Kelas secara daring ini. Siswa pasti menikmati segala kemudahan yang disediakan oleh kecanggihan teknologi. Guru pun sudah barang pasti menikmati layanan Google Form dengan seabrek kelebihannya dalam mendukung tugas dan kewajiban sebagai guru mata pelajaran produktif yang melek teknologi di satuan pendidikannya. Akhir kata, mari sama-sama memastikan baik siswa maupun guru menikmati ujian online ini dengan senyum yang sumringah.(***).

 

Related posts