Memaknai Sumpah Pemuda 28 Oktober

  • Whatsapp
Penulis: Agus Purnama
Pelaksana Pada Disbudpar Prov.Kep. Babel

Setiap tahun di bulan Oktober, kita selalu memperingati salah satu peristiwa penting dalam sejarah kebangsaan di negeri ini, berkaitan dengan semangat nasionalisme juga patriotisme, yaitu peristiwa deklarasi Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928. Menurut Wikipedia (1 April 2020), “Sumpah Pemuda” adalah satu tonggak utama dalam sejarah pergerakan kemerdekaan Indonesia. Ikrar ini, dianggap sebagai kristalisasi semangat untuk menegaskan cita-cita berdirinya negara Indonesia.

Yang dimaksud dengan Sumpah Pemuda adalah keputusan Kongres Pemuda yang ke-2, diselenggarakan selama dua hari pada tanggal 27 hingga 28 Oktober 1928 di Batavia (Jakarta). Keputusan ini menegaskan cita-cita akan ada, “tanah air Indonesia”, “bangsa Indonesia”, dan “bahasa Indonesia”. Keputusan ini juga diharapkan menjadi asas bagi setiap “perkumpulan kebangsaan Indonesia” dan agar disiarkan dalam berbagai surat kabar dan dibacakan di muka rapat perkumpulan-perkumpulan.

Read More

Istilah ”Sumpah Pemuda” sendiri tidak muncul dalam putusan kongres tersebut, melainkan diberikan setelahnya. Berikut ini, bunyi tiga keputusan kongres tersebut: Pertama, Kami Putra dan Putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, Tanah Indonesia; Kedua, Kami Putra dan Putri Indonesia mengaku berbangsa yang satu, Bangsa Indonesia; dan yang Ketiga, Kami Putra dan Putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, Bahasa Indonesia.

Sejak tahun 1959, tanggal 28 Oktober ditetapkan sebagai Hari Sumpah Pemuda, yaitu hari nasional yang bukan hari libur ditetapkan oleh Pemerintah Indonesia melalui Keputusan Presdiden Nomor 316 Tahun 1959 tanggal 16 Desember 1959 untuk memperingati peristiwa Sumpah Pemuda.

Berikut ini makna “Sumpah Pemuda” yang telah memasuki 92 tahun pada 28 Oktober tahun 2020 ini, yaitu: Pertama, Menyatukan Perjuangan Bangsa Indonesia, Lahirnya Sumpah Pemuda menjadi titik awal perjuangan para anak muda. Kala itu, pemuda dan pemudi tokoh Sumpah Pemuda telah mengorbankan waktu, tenaga, pikiran moral bahkan harta benda demi menyatukan bangsa Indonesia. Tanpa makna Sumpah Pemuda serta perjuangan pemuda dan pemudi kala itu, mungkin saja Indonesia tak mencapai kesatuan untuk melawan penjajah negeri. Para pemuda pemudi terbukti berhasil menyatukan keutuhan Indonesia.

Related posts