Mawar Berduri

  • Whatsapp

Karya: Selvia Heryati

Pada saat aku berjalan kesebuah taman, aku bertemu dengan hamparan bunga yang sedang merekah indah. Banyak sekali bunga yang menarik perhatianku, tetapi ada satu yang mempunyai magnet hingga aku terpikat menyukainya. Ia adalah Mawar. Sejak pertama bertemu, ku mencoba untuk mulai mengenalinya. Begitupun dengan Mawar, ia sangat terbuka terhadap kedatanganku. Mawar menyambutku dengan baik. Pada pertemuan pertama, bagiku ia memiliki perangai yang baik, persis seperti namanya yaitu “Mawar”, yang selalu menebarkan keharuman hingga membuat orang lain merasa nyaman berada di dekatnya. Sejak saat itu kami memulai persahabatan.
Tak hanya sebatas pertemuan di taman, kami sering bertemu pada kesempatan lainnya. Memulai berbagai cerita pada percakapan kami. Aku bertanya, bagaimana ia bisa tumbuh indah diantara hamparan bunga lainnya tetapi keindahan yang dimilikinya mampu memikat mata siapapun yang memandangnya. Mawar hanya bisa memekarkan kelopaknya, menambah keanggunan yang dimilikinya. Sungguh, ia memiliki magnet yang menarik siapapun yang berada di dekatnya.
Saat ini, di suasana terik matahari maupun hujan, aku selalu mencari Mawar. Tempat pertama aku berkeluh kesah. Entah mengapa, ia selalu memiliki solusi atas terpaan badai yang kuhadapi. Di saat aku tersungkur, ia ikut menggugurkan dedaunannya. Seakan ia merasakan kesedihan yang aku rasakan. Disaat aku bahagia, tak pernah kulupakan Mawar dan ia ikut turut memekarkan kelopaknya.
Hingga pada suatu ketika kami berjalan bersama, kami bertemu dengan siKumbang. Kumbang mengenalkan dirinya dihadapanku dan juga Mawar. Kumbang banyak bertanya-tanya, terutama kepadaku. Tampaknya siKumbang menyukaiku, tetapi ia tidak pula mengabaikan Mawar. Perbincangan antaraaku dan Kumbang tidak hanya sebatas pada pertemuan itu. Setelahnya, kami sering bertemu di taman maupun mengelilingi kota dengan sayapnya. Lalu, Kumbang menyatakan bahwa ia jatuh cinta padaku sejak pertama kami berjumpa.
Atas rasa bahagia yang kurasakan dengan itu, aku ingin membagikannya dengan sahabatku. Ku ceritakan bahwa Kumbang jatuh cinta kepadaku. Ku kira Mawar akan memekarkan kelopak dirinya seperti biasa. Tapi tidak, kali ini ada yang berbeda dari dirinya. Aku tak terlalu menghiraukan hal itu, mungkinku rasa ia sedang jenuh mendengarkan cerita-ceritaku. Hari-hari berlalu masih seperti biasanya. Aku masih mengganggap Mawar sebagai perangai yang kupercayai. Suka dukaku bagikan kepadanya, termasuk masalah antara aku dan Kumbang.
Ketika Kumbang memutuskan hubungan denganku secara tiba-tiba. Ini menjadi suatu hal yang tidak biasa. Aku mulai berfikir bahwa ada suatu hal yang tidak berjalan baik. Kemudian, kuceritakanlah kepada Mawar apa yang telah menimpa aku dan Kumbang. Sikap Mawar terlihat aneh. Ia memekarkan kelopa kmerahnya dengan indah dan mebarkan bau harum disekelilingnya. Aku mulai menaruh curiga terhadap sahabatku.
Ternyata benar, ia memekarkan kelopaknya untuk menarik perhatian Kumbang. Padahal ia tahu, bahwa kami baru saja berpisah. Pantas saja, dengan secepat itu Kumbang memalingkan diri dariku. Tanpaku ketahui, selama ini Mawar sudah diam-diam menyimpan rasa terhadap siKumbang. Dan secepat kilat, ia menarik paksa sikumbang dengan nektar yang dihasilkannya.
Ku kira Mawar adalah sahabatku terbaikku, tetapia kusalah. Yang kulihat selama ini adalah merekahnya Mawar menjadi indah dan menebarkan bau harum terhadap sesamanya. Aku lupa, bahwa Mawar memiliki duri, yang apabila kugenggam terlalu erat, maka durinya akan melukai diriku sendiri.

Related posts