Kiri Sayap
kanan Sayap Kategori
Dibawah Menu

Maksimalisasi Penggunaan TikTok dalam Pembelajaran

Semenjak Pemerintah menerapkan kebijakan Learn From Home (belajar dari rumah) guna mencegah merebaknya wabah di sekolah, guru dituntut untuk kreatif dalam memanfaatkan berbagai media yang tersedia di internet, salah satunya adalah media sosial. Di antara sekian banyak pilihan media sosial yang bisa digunakan untuk menyajikan materi pembelajaran. Tik Tok adalah salah satu yang bisa dimanfaatkan untuk menyajikan konten berbentuk video durasi pendek yang bisa menarik siswa untuk mempelajari materi belajar.

Hampir semua orang sudah mengenal TikTok. Anak-anak, dewasa, orang tua, bahkan para purnawirawan pernah bermain TikTok. Apa itu TikTok...?. TikTok adalah sebuah aplikasi internet yang digunakan bukan hanya untuk hiburan semata, tapi juga untuk saling berkomunikasi apalagi di masa pandemi ini. TikTok semakin trend di masyarakat. Berbagai konten dapat disampaikan dengan TikTok sehingga konten itu jadi menarik.

Tik Tok sendiri diklaim oleh pengembangnya dapat melakukan pengenalan wajah dengan kecepatan tinggi yang akan disugestikan pada fitur wajah menarik, seperti ekspresi imut, keren, konyol, dan memalukan. Special Effect yang diberikan pada pengguna aplikasi Tik Tok ini pun beraneka ragam, sehingga akan membuat video-video pendek yang dihasilkan menarik, karena hadir dengan efek-efek yang dapat digunakan secara instan.

Selain itu, Tik Tok juga telah menyediakan musik background dari berbagai artis terkenal dengan berbagai kategori, mulai dari DJ, Dance, R&B, Western, Cute, KKC, Addict, Populer, dan masih banyak lagi yang dapat membuat video memiliki alunan lagu untuk disesuaikan dengan situasi di video.

Mungkinkah TikTok juga dapat digunakan sebagai media pembelajaran? Tentu bisa. Bagaimana caranya? Seiring dengan dicanangkannya revolusi industri 4.0, maka dinamika pembelajaran tidak boleh lagi mengimplementasikan cara yang konvensinal, terutama dalam pemilihan media pembelajaran. Media pembelajaran di era digital harus diselaraskan dengan perkembangan teknologi. Media pembelajaran haruslah menarik, dekat dan lekat dengan peserta didik. Aplikasi Tik Tok hadir dengan predikat minir dari masyarakat, namun ironisnya rerata anak generasi Z sangat menikmati aplikasi ini. Berdasarkan premis tersebut maka dapat ditarik generalisasi bahwa apabila digunakan serta dimediasi secara tepat, maka Aplikasi Tik Tok akan menjadi sebuah media pembelajaran yang menarik serta menyenangkan. Penggunaan Aplikasi Tik Tok sebagai media pembelajaran interaktif diharapkan membantu peserta didik dalam memahami dan menerima proses pembelajaran yang dilakukan guru. Media pembelajaran interaktif dapat mewakili apa yang belum bisa disampaikan guru dan proses pembelajaran akan lebih efektif dan efisien. Melalui aplikasi Tik Tok, guru dapat dengan mudah menciptakan pembelajaran interaktif, sehingga dapat disesuaikan dengan lingkungan, situasi, dan kondisi dari peserta didik.

Untuk meningkatan mutu pendidikan, peran guru profesional sangat dibutuhkan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Peraturan Pemerintah Nomor 17 tahun 2010 pasal 48 dan 59  mengisyaratkan dikembangannya sistem informasi pendidikan yang berbasis teknologi dan informasi. Dengan sistem pendidikan yang baik, akan dapat meningkatkan daya saing Indonesia melalui penciptaan sumber daya manusia yang baik.(Sulisworo, 2016).

Menurut I Wayan Santyasa (2007: 3), proses pembelajaran mengandung lima komponen komunikasi, yakni guru (komunikator), bahan pembelajaran, media pembelajaran, siswa (komunikan), dan tujuan pembelajaran. Sedangkan bahan ajar adalah bahan- bahan atau materi ajar yang disusun secara sistematis yang digunakan guru dan siswa dalam proses pembelajaran (Paulina Pannen dan Purwanto, 2001). Dengan demikian media pembelajaran merupakan satu kesatuan dalam sistem pembelajaran yang tidak dapat dipisahkan. Tanpa media pembelajaran, proses belajar mengajar tidak mungkin terjadi, paling tidak memerlukan satu medium untuk menyampaikan bahan ajar (Isroqm, 2013).

Yusufhadi Miarso dalam (Mahnun, 2012) menyatakan bahwa hal pertama yang harus dilakukan guru dalam penggunaan media secara efektif adalah mencari, menemukan, dan memilih media yang memenuhi kebutuhan belajar anak, menarik minat anak, sesuai dengan perkembangan kematangan dan pengalamannya serta karakteristik khusus yang ada pada kelompok belajarnya.

Karaketristik ini antara lain adalah kematangan anak dan latar belakang pengalamannya serta kondisi mental yang berhubungan dengan usia perkembangannya. Selain masalah ketertarikan siswa terhadap media, keterwakilan pesan yang disampaikan guru juga hendaknya dipertimbangkan dalam pemilihan media. Setidaknya ada tiga fungsi yang bergerak bersama dalam keberadaan media. Pertama¸ fungsi stimulasi yang menimbulkan ketertarikan untuk mempelajari dan mengetahui lebih lanjut segala hal yang ada pada media. Kedua, fungsi mediasi yang merupakan perantara antara guru dan siswa. Dalam hal ini, media menjembatani komunikasi antara guru dan siswa. Ketiga, fungsi informasi menampilkan penjelasan yang ingin disampaikan guru. Dengan keberadaan media, siswa dapat menangkap keterangan atau penjelasan yang dibutuhkannya atau yang ingin disampaikan oleh guru.

Guru dapat memanfaatkan aplikasi Tik Tok sebagai media menyimak, berbicara, menulis dan media presentasi praktik membaca oleh siswa. Siswa diminta untuk menyiapkan sebuah video rekam suatu peristiwa. Kemudian dengan fitur rekam suara, siswa diminta untuk membacakan teks berita sesuai dengan teknik yang tepat. Guru yang mampu menerapkan media yang kreatif dan inovasi serta tidak keluar dari ranah pendekatan saintifik sebagaimana yang tercakup dalam kurikulum 2013, sangat berpengaruh terhadap keberhasilan pembelajaran.

Fitur yang terdapat dalam aplikasi Tik Tok sebagai berikut : 1) Rekam Suara yang berfungsi untuk merekam suara melalui gawai, kemudian diintegrasikan ke dalam akun Tik Tok personal; 2) Rekam Video berfungsi untuk merekam video melalui gawai, kemudian diintegrasikan ke dalam akun Tik Tok personal; 3) Backsound (suara latar), menambahkan suara latar yang bisa diunduh dari media penyimpanan Aplikasi Tik Tok; 4) Edit dapat memperbaiki dan menyunting draft video yang telah dibuat; 5) Share membagikan video yang sudah buat; 6) Duet Berkolaborasi dengan pengguna Aplikasi Tik Tok lainnya.

Mengacu pada uraian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa Aplikasi Tik Tok dapat digunakan sebagai media pembelajaran yang efektif. Pertama, Aplikasi Tik Tok memenuhi kebutuhan belajar siswa. Kedua, aplikasi Tik Tok menarik minat siswa karena keterbaharuannya, dan memiliki banyak fitur yang dapat diimplementasikan ke dalam pembelajaran. Yang terakhir aplikasi Tik Tok ekuivalen dengan perkembangan kematangan dan pengalamannya serta karakteristik peserta didik yang merupakan generasi milenial, yang lekat dan dekat dengan dunia digital khususnya gawai.

Media pembelajaran berupa Aplikasi Tik Tok dapat dijalankan pada perangkat bergerak berbasis Android dan iOS. Sehingga media pembelajaran dapat dioperasikan kapan pun dan dimanapun. Media pembelajaran ini termasuk dalam kategori media pembelajaran berbasis mobile learning. Hal ini sesuai dengan yang definisi mobile learning yang dinyatakan oleh O’Malley dalam (Purbasari, 2013), yaitu suatu pembelajaran yang pembelajar (learner) tidak diam pada satu tempat atau kegiatan pembelajaran terjadi ketika pembelajar memanfaatkan perangkat teknologi bergerak.

Keberhasilan implementasi kurikulum 2013 dapat diukur melalui proses perencana pembelajaran yang matang. Salah satunya adalah pemilihan media pembelajaran yang tepat, diantaranya memaksimalkan penggunaan Aplikasi Tik Tok sebagai media pembelajaran interaktif. (***).

 

Light Dark