Lepat Selat Nasik Pecahkan Rekor Dunia

  • Whatsapp
LEPAT TERBESAR – Direktur LEPRID, Paulus Pangka memberi ucapan selamat kepada Bupati Belitung, Sahani Salah, saat bersalaman usai menyerahkan piagam rekor dunia kategori lepat terbesar pada acara tradisi Maras Taon, di Kecamatan Selat Nasik, Minggu (28/04/19). (foto-Dodi)

Dipamerkan pada Tradisi Maras Taon

SELAT NASIK – Lepat Pulau Selat Nasik Kabupaten Belitung yang dipamerkan dalam acara tradisi tahunan Maras Taon berhasil masuk rekor dunia, Minggu (28/04/19). Lepat berukuran panjang 2,8 meter, lebar 50 centimeter dan tinggi 18 centimeter, dengan berat keseluruhan 120 kilogram tercatat sebagai lepat terbesar dalam sejarah.

Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (LEPRID) memberikan penghargaan kepada Bupati Belitung H Sahani Saleh dan Wakil Bupati Belitung Isyak Meireobie, serta Jajaran Camat Selat Nasik, yang menjadi pelopor terselengarannya maras taun dengan adanya lepat terbesar.

Direktur LEPRID Paulus Pangka mengatakan, pemberian piagam dan piala kepada Pemerintah Daerah (Pemda) Belitung dan Kecamatan Selat Nasik lantaran rutin menggelar acara adat melayu tiap tahunnya.

Salah satunya Maras Taun. Dia menjelaskan, dalam acara tersebut ada sesuatu yang unik. Yakni lepat terbesar yang baru pertama kali ditemui di dunia, hanya ada di Belitung. Sehingga dia memberikan penghargaan.

Dia menjelaskan, sebelum memberikan penghargaan dirinya sempat melihat langsung proses pembuatan. Mulai dari membuat anyaman, pencucian beras ketan, proses memasak yang menggunakan santan sudah diteliti.

“Dari hasil penelitian, pembuatan lepat ini sudah memenuhi kriteria. Apalagi dalam membuat lepat tidak melibatkan bahan plastik. Sehingga sangat ramah lingkungan dan sehat,” ungkap Paulus Pangka.

Dalam acara Maras Taun di Selat Nasik sejumlah rangkaian kegiatan dilakukan. Mulai ritual, pagelaran pernikahan adat melayu, tari maras tahun, hingga ditutup dengan pemotongan lepat.

Bupati Belitung H Sahani Saleh mengatakan, dia berharap kegiatan Maras Taun di Selat Nasik mampu menyedot wisatawan. Sehingga, mereka bisa melihat secara langsung budaya kesenian Belitung.

Dia berjanji akan terus berupaya untuk melakukan pembangunan di Selat Nasik. Sehingga Pulau Mendanau ini bisa maju. Saat ini, kata pria yang akrab disapa Sanem sudah merencanakan tol laut di Selat Nasik.

Mengenai lepat gede yang mendapat rekor dunia, Sanem mengaku senang. “Kita sudah diakui oleh dunia. Hal ini tak lepas dari acara Maras Taon. Untuk ke depan acara seperti ini akan terus dilaksanakan. Sebab, Maras Taun merupakan ritual turun temurun,” katanya. (Dodi)

Related posts