Langgar Perjanjian, PT Garba Diprotes Pedagang

  • Whatsapp
Kios Disegel- Sejumlah pedagang di Plaza Taman Sari Sungailiat menunjukkan kios yang disegel pihak pengelola yakni PT Garba, Jumat (26/7/2019). Pedagang menilai PT Garba menaikkan harga sewa kios secara sepihak. (foto: Rizki Yuliandri)

Naikkan Harga Sewa Kios Sepihak

SUNGAILIAT – Sejumlah pedagang di Plaza Taman Sari Sungailiat mempertanyakan penyegelan kios mereka oleh pihak pengelola yakni PT Garba.

Para pedagang mengaku terkejut ketika hendak berjualan namun terdapat kertas segel dari manajemen dan gembok yang mengunci pintu masuk kios.

Salah satu pemilik kios, Kemas menyebutkan penyegelan tersebut dilakukan karena pihaknya tidak setuju atas kenaikan harga sewa secara sepihak oleh pihak pengelola.

Baca Lainnya

“Mereka (pengelola-red) beralasan kami tidak bayar uang sewa, tapi kami tidak mau karena tidak sesuai perjanjian awal,” ungkap Kemas kepada wartawan, Jumat (26/7/2019).

Dia mengatakan pihak pengelola menaikkan harga sewa secara sepihak dan mendadak meskipun kontrak awal seharusnya berlaku selama setahun.

“Kontraknya baru berjalan dua bulan, ada juga yang tiga bulan tapi tiba-tiba naik jadi sejuta dari harga awal 750 ribu. Kami tidak terima diperlakukan seperti ini,” tambahnya.

Menurut dia, ada 23 pemilik kios yang menolak kenaikan harga tersebut dari 28 kios yang ada tapi beberapa diantaranya sudah membayar dengan harga terbaru.

“Mereka yang bayar itu terpaksa karena takut disegel. Tapi sebenarnya mereka tidak mau bayar dengan harga segitu,” ungkap Kemas.

Pemilik kios lainnya, Aen Loveory menyebutkan ada tiga kios yang disegel oleh pihak pengelola.

“Saat ini baru tiga kios yang disegel soalnya jadwal bayarnya memang beda-beda sesuai saat tanda tangan kontrak,” ungkapnya.

Surat perjanjian awal antar pengelola dan penyewa sendiri tertulis berlaku selama satu tahun yang dimulai saat tanda tangan antara keduanya dilakukan.

Bahkan tandatangan dalam surat tersebut dilakukan diatas materai Rp 6000 dengan penyewa dan Direktur PT Garba, Jerry Kumbara.

Sementara disurat kedua yang dikeluarkan pihak pengelola penyewa wajib membayar per enam bulan dimana satu bulan dengan harga satu juta dan denda Rp 50 ribu per hari jika telat bayar meskipun surat tersebut tidak ada tanda tangan penyewa.

Sementara Direktur PT Garba, Jerry Kumbara saat dikonfirmasi mengaku tetap akan melakukan penyegelan tersebut dan berpegang dengan surat edaran kedua.

“Dasar penyegelan ini tetap karena ada keterlambatan pembayaran dan berdasarkan edaran kita yang terakhir yang satu juta,” ungkapnya, Jumat (26/7/2019).

Menurut dia, pihak pengelola bisa menaikan harga sewa sewaktu karena ada poin di perjanjian pertama.

Namun, Jerry tidak bisa menjelaskan poin pertama yang mana tertulis bahwa perjanjian tersebut berlaku selama satu tahun saat penandatanganan. “Ini ada orang yang bisa jelaskan, nanti dikonfirmasi lagi,” ungkapnya.(mla/10)

Related posts