Lagi, TI Ampui Dirazia Polisi

  • Whatsapp
Tertibkan Tambang- Kabag Ops Polres Pangkalpinang, Jadiman Sihotang naik ke atas ponton saat penertiban tambang ilegal di aliran Sungai Ampui, Kecamatan Pangkalbalam, Kota Pangkalpinang, Jumat (13/3/2020). Dalam penertiban kali ini, petugas tidak berhasil mengamankan pekerja tambang. (foto: istimewa)

PANGKALPINANG– Walau sudah berulang kali ditertibkan oleh polisi bahkan tim gabungan, tak membuat gentar para penambang timah ilegal di aliran Sungai Ampui, Kecamatan Pangkalbalam, Kota Pangkalpinang. Buktinya, saat kembali dirazia oleh polisi, Jumat (13/3/2020) didapati 12 ponton berada di lokasi.

Penertiban kali ini dipimpin langsung Kapolres Pangkalpinang AKBP Iman Risdiono Septana didampingi Kabag Ops Kompol Jadiman Sihotang bersama sejumlah personel. Razia kali ini diduga bocor, karena di lokasi polisi tidak mendapati pekerja tambang. Namun, peralatan tambang dari 12 ponton yang ditinggalkan penambang disita petugas.

Kapolres Pangkalpinang, AKBP Iman Risdiono Septana menyebutkan penertiban tersebut dilakukan merespon aduan masyarakat yang merasa resah dan terganggu akibat suara mesin TI.

“Ini sudah menganggu ketenangan masyarakat, razia ini diduga bocor sehingga kami tidak berhasil mengamankan pekerja tambang,” kata kapolres kepada wartawan usai razia.

Baca Lainnya

Kapolres beserta jajaran menegaskan akan menindak dengan menghentikan seluruh tambang yang beroperasi di daerah aliran sungai.

“Kami peringatkan para penambang agar mengangkat ponton-ponton, akan ditindak tegas apakah akan dilakukan pemusnahan itu akan dikoordinasi dengan tim gabungan,” tutup kapolres. (ist/10)

Related posts