Lagi, 2 Pasien Positif Covid-19 di Babel Sembuh

  • Whatsapp

Pasien asal Bangka Barat dan Bangka Selatan
Jubir Gustu: Tingkat Kesembuhan 89,03%

PANGKALPINANG – Meskipun belum ada vaksinasi untuk mencegah penyakit Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), namun penyakit yang telah membunuh jutaan manusia di dunia ini, bisa disembuhkan. Dengan catatan, pasien penderita memiliki tingkat imunitas tubuh yang tinggi dan tidak memiliki riwayat penyakit bawaan kronis.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (GTPPC-19) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Andi Budi Prayitno menyebutkan, tercatat kemarin, dua pasien kembali sembuh. Dan tingkat kesembuhan pasien Corona di Babel masih tertinggi di Indonesia.

“Hari ini bertambah dua pasien yang dinyatakan sembuh. Dengan bertambahnya dua orang lagi yang dinyatakan sehat, maka tingkat bebas Covid-19 atau kesembuhan pasien Covid-19 di Provinsi Babel per hari ini, 2 Juli 2020 adalah 89,03%, tertinggi se Indonesia,” katanya, Kamis (2/7/2020).

Baca Lainnya

Dua orang pasien yang baru sembuh ini, berasal dari Kabupaten Bangka Selatan dan Bangka Barat. Yakni B-P-B, berusia 17 tahun, perempuan, tidak memiliki gejala penyakit atau OTG, beralamat di Jalan Baru Tambang 10, Desa Kepoh, Kecamatan Toboali, Bangka Selatan.

“Pasien menjalani penanganan di Wisma Karantina BKPSDM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sejak 17 Juni 2020. Dari swab test PCR pada 16 Juni 2020, dinyatakan positif Covid-19, dan pada 1 Juli 2020 dinyatakan bebas Covid-19 setelah dari 2 (dua) kali swab test PCR terakhir yakni pada 22 dan 24 Juni 2020 diperoleh hasil negatif,” bebernya.

Pasien kedua yang sembuh adalah bocah SD berinisial F-B, 9 tahun, laki-laki yang berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP). Bocah ini beralamat di Kampung Seneng Hati, kelurahan Sungai Daeng, Kecamatan Muntok, Kabupaten Bangka Barat. Pasien menjalani penanganan di Wisma Karantina Balai Diklat Bangka Barat sejak 5 Juni 2020. Pasien ini, terjangkit Corona dari ayahnya, yang merupakan kluster kapal keruk.

Dari swab test PCR pada 5 Juni 2020, F-B dinyatakan positif Covid-19, dan pada 2 Juli 2020 dinyatakan bebas Covid-19 setelah dari hasil swab test PCR terakhir pada 19 Juni dan 1 Juli 2020, dinyatakan bebas Covid-19.

“Hari ini (kemarin-red) tidak ada penambahan kasus konfirmasi positif Covid-19, dan perlu disampaikan bahwa saat ini terkait kasus Covid-19, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berada dalam tren yang baik. Baik dalam pengendalian maupun penanganannya. Total kasus masih 155 terkonfirmasi positif, dalam perawatan 17 orang (berkurang 2), yang dinyatakan sehat/bebas 136 (bertambah 2), dan meninggal dunia 2,” jelas ABP sapaan Andi Budi Prayitno.

Untuk perkembangan OTG, menurutnya mengalami kenaikan jumlah menjadi total akumulasi sebanyak 3.191 (bertambah ?6), dalam proses pemantauan 474 (bertambah 119), selesai pemantauan 2711 orang.

Sedangkan ODP tercatat 1.116 orang (bertambah 5), dalam proses pemantauan 36 orang (bertambah 3), selesai pemantauan 1078, dan PDP akumulasi 134 orang (bertambah 2), dalam proses pengawasan 20 pasien (bertambah 2), dan selesai pengawasan sebanyak 115 pasien.

ABP menambahkan, untuk kompilasi jumlah Spesimen Swab Test (PCR/TCM) terangkum sampel diperiksa berjumlah 1.822 (kemarin 1808); Sampel positif 155, sampel negatif 1.637 (kemarin 1635), dan dalam proses pemeriksaan 30 (kemarin 18).

Sebagai bagian dari upaya memantau arus lalu lintas orang yang masuk, khususnya maupun keluar Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, terutama dalam rangka pengendalian kasus untuk memutus mata rantai penyebaran dan penularan Covid-19, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengimbau kepada setiap orang pelaku perjalanan, baik pengguna moda transportasi laut (penyeberangan) maupun moda transportasi udara (penerbangan), untuk mengunduh aplikasi “PeduliLindungi” di telepon selulernya masing-masing.

Sementara itu, penggunaan aplikasi FightCovid19.id oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Kepulauan Bangka Belitung saat ini masih berlangsung dan ke depan akan melebur atau bergabung menjadi satu, terintegrasi dengan aplikasi PeduliLindungi dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nasional.

“Kepada pelaku perjalanan yang tiba/masuk ke wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, pemakaian atau pemasangan gelang pemantauan masih diberlakukan dengan beberapa perubahan dan pengecualian,” tegasnya.

Penanganan pandemi Covid-19 menurut Andi adalah kerja bersama. Oleh sebab itu, penanggulangan bencana nonalam ini mesti dilakukan dengan saling bekerjasama, bersinergi dan berkolaborasi.

“Tanpa itu, upaya kita bersama dalam mengatasi pandemi ini tidak akan berhasil dan maksimal. Semangat optimisme dan positive thinking mesti digelorakan, sebagaimana motto yang sakit harus sembuh, yang sehat harus tangguh,” demikian ABP. (nov/1)

Related posts