KUPP Bangka Selatan Terbitkan 1000 Lebih SPB

  • Whatsapp
Petugas Kesyahbandaran KUPP Kelas III Sadai, Imam Mubarok

TOBOALI – Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas III Sadai, Bangka Selatan, Bangka Belitung, telah menerbitkan sedikitnya 960 atau lebih dari 1000 Surat Persetujuan Berlayar (SPB) bagi pemilik-pemilik kapal yang ada di Bangka Selatan.

Petugas Kesyahbandaran KUPP Kelas III Sadai Imam Mubarok menuturkan, semua kapal harus memiliki SPB dan diberlakukan sama. Baik kapal perikanan, niaga, kecuali kapal perang dan negara.

Menurutnya, peraturan tersebut sebagaimana tertuang dalam Pasal 219 Undang-undang Pelayaran Nomor 17 tahun 2008. Setiap kapal yang berlayar wajib memiliki SPB yang dikeluarkan oleh Syahbandar. “Kalau untuk KUPP Kelas III Sadai dari tahun 2019 kita sudah menerbitkan sebanyak 960 SPB. Sedangkan untuk tahun 2020 dari bulan Januari sampai Februari sudah 157 SPB,” katanya Senin (16/3/2020).

Imam mengatakan, apabila ada kapal yang berlayar tanpa dilengkapi SPB akan dikenakan sanksi. Dalam Pasal 323 UU 17 tahun 2008 mengatakan, setiap Nahkoda yang berlayar tanpa SPB bisa dikenakan pidana.

Baca Lainnya

“Pidana penjara paling lama lima tahun atau denda paling banyak enam ratus juta. Sejauh ini kesadaran masyarakat itu untuk melapor atau mengurus SPB masih kurang. Mungkin karena kelaikan kapal belum sesuai,” katanya.

Sesuai yang dimaksud seperti bunyi aturan dalam undan-undang tentang kelaikan kapal. Kendati demikian, Imam mengaku pihaknya telah sering bersama masyarakat mensosialisasikan cara membuat SPB. “Kita dari KUPP sudah berkali-kali bersama masyarakat, pengguna jasa untuk mensosialisasikan dimana sih kapal untuk memperoleh SPB. Selain itu apa sih syarat yang harus dilengkapi,” jelas Imam.

Di sisi lain, KUPP Kelas III Sadai Kabupaten Bangka Sepatan (Basel) menerima intruksi dari pusat untuk mencegah penyebaran virus corona. Intruksi tersebut mereka terima berapa Surat Edaran Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Nomor 8 tahun 2020 tanggal 5 Maret 2020.

Tentang langkah-langkah siaga penyebaran virus corona di wilayah dilakukan Indonesia yang mengatakan bahwa pihaknya harus mengidentifikasikan kedatangan semua kapal-kapal yang dari luar negeri.

“Kalau untuk saat ini, kegiatan di Basel belum ada kedatangan untuk kapal-kapal asing. Kita disini hanya untuk melayani kapal-kapal lokal saja,” imbuhnya.

Bilamana ada kedatangan kapal-kapal dari luar negeri, mereka akan berkoordinasi dengan instansi-instansi terkait seperti Bea Cukai dan kesehatan pelabuhan. untuk menyatakan semuanya dalam kondisi baik sesuai SOP. (raw/3) 

Related posts