Komite SDN 3 Pangkalpinang Bantah Ada Pungli

  • Whatsapp
Para perwakilan orang tua siswa bersama Komite SDN 3 Pangkalpinang saat menggelar konfrensi pers di Kopi Nom Pangkalpinang, Senin (10/2/2020). (foto: istimewa)

PANGKALPINANG – Beredarnya pemberitaan dugaan pungli lingkungan SDN 3 Pangkalpinang di sebuah media online membuat pengurus komite sekolah dan perwakilan orang tua siswa menggelar konfrensi pers di Kopi Nom Pangkalpinang, Senin (10/2/2020) sore kemarin.

Dalam kesempatan itu, juru bicara perwakilan orang tua Nico Plamonia didampingi ketua komite sekolah Mahendra Cipta merunut kronologis tudingan adanya pungli. Baik itu dari pergantian kepengurusan komite sekolah, hingga bantahan pemberitaan yang terkesan tidak berimbang dalam penyajiannya ke publik.

Read More

“Kenapa saya runut mulai dari kepengurusan komite sekolah yang baru mulai tanggal 21 Desember 2019 lalu, agar semuanya clear. Karena ini ada kaitannya dengan adanya besaran sumbangan dari pengurus lama dan saya tegaskan tidak ada pungli yang ada berupa sumbangan sukarela tanpa ada unsur paksaan,” tegas Nico dalam paparannya kepada awak media.

Sambung Nico, tidak semua penggalangan dana di sekolah tergolong pungutan liar. Menurutnya, penggalangan dana dan sumber daya pendidikan lain sah menurut aturan (Permendikbud Nomor 75 Tahun 2016) dalam rangka untuk mengembangkan sarana prasarana, mutu, termasuk membiayai kegiatan operasional komite sekolah dengan catatan dapat dipertanggungjawabkan.

“Dana bos yang ada saat ini tidak mencukupi untuk kebutuhan siswa dalam satu tahunnya, sedangkan sekolah tidak mungkin mengeluarkan biaya di luar prosedur, maka sesuai aturan komite sekolah bisa melakukan penggalan dana berupa sumbangan bukan iuran wajib. Jadi, sebagai informasi bagi orang tua siswa yang tidak menyumbang tidak kita paksa, karena ini sifatnya sukarela dan bagi yang tidak menyumbang pun komitmen kita tetap perlakukan sama kepada seluruh murid yang ada di SDN 3 Pangkalpinang,” paparnya.

Sementara itu, Mahendra menambahkan, pihaknya melakukan rapat pada tanggal 1 Februari 2019 lalu bersama perwakilan orang tua siswa, salah satunya membahas sumbangan untuk menunjang peningkatan mutu sekolah. Bahkan dalam pertemuan yang digagas, pihaknya mengundang secara resmi sosialisasi Komite SDN 3 Pangkalpinang baik itu ke pihak Ombudsman, Komisi I DPRD Pangkalpinang, Inspektorat Pendidikan dan pihak Pemkot Pangkalpinang dan Kepala Dinas Pendidikan Kota Pangkalpinang dalam rangka.

“Kami ini punya program untuk mensupport kegiatan para siswa di luar tanggungan sekolah, salah satunya membahas masalah sumbangan. Agar tidak menyalahi aturan dalam melakukan kebijakan, makanya kami undang intansi terkait, salah satunya dari Ombudsman yang diminta wejangannya dan kebetulan saat itu dihadiri oleh Pak Peter dan Pak Tedi. Jadi sudah jelas ya, bahkan diakhir rapat berkali kali Saya tegaskan tidak ada pungutan yang ada sumbangan tanpa ada unsur paksaan,” tutupnya. (rev)

Related posts