Kayu Stigi Laut di Pesisir Pantai Basel Terancam Punah

  • Whatsapp

 

RAKYATPOS.COM, TOBOALI – Kayu Stigi laut atau yang dikenal dengan bahasa latin Pemphis Acidula Forst di sepanjang pantai yang ada di Kabupaten Bangka Selatan (Basel) terancam punah.

 

Baca Lainnya

Pasalnya, Kayu yang diperjualbelikan untuk tanaman hias tersebut kini terus diburu oleh oknum dengan tujuan untuk dikomersilkan hingga keluar daerah

 

Padahal kayu tersebut juga berfungsi untuk menahan abrasi bibir pantai dari hantaman ombak yang harus dijaga dan dilindungi demi kelestaria ekosistem bibir pantai.

 

Pengrusakan kayu stigi laut merupakan Tindak Pidana Kehutanan sebagaimana diatur dalam Undang-undang Nomor 18 tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan.

 

Menyikapi Kondisi tersebut, Aktivis Komunitas Pencinta Bonsai Basel, Dede Adam, meminta aparat terkait untuk mengambil tindakan atas dugaan pelanggaran pengambilan kayu stigi laut tanpa ijin untuk tujuan komersil oleh oknum-oknum tertentu.

 

“Kami berharap agar pihak kehutanan dapat memantau dan memonitor agar tidak ada oknum yang mengambil kayu mentigi disepanjang pantai di Basel untuk tujuan komersil agar tidak punah dan merusak kelestarian pantai, karena dalam pantauan kami, cara mereka mengambil itu tidak memperhatikan keberlangsungan ekosistem pantai karena kayu mentigi yang mereka tebang itu tidak direboisasi lagi, jadi ini harus jadi perhatian kita bersama,” kata Dede Adam Senin (1/6/2020).

 

Pihaknya juga siap membantu pemerintah untuk memasang plang himbauan larangan pengambilan kayu stigi laut sebagaimana yang diamanatkan oleh undang-undang seperti di daerah lainnya.

 

Terpisah, Kepala KPH Muntai Palas, Fahrurozi, mengatakan, akan melakukan penyelidikan terhadap adanya informasi pengmabilan kayu stigi laut tanpa ijin dengan tujuan untuk dikomersilkan.

 

“Memang kami sudah ada laporan dari masyarakat terkait adanya pengambilan kayu stigi laut tanpa ijin untuk dikomersilkan, kami akan melakukan penyelidikan di pesisir mana saja mereka mengambilnya, demi menjaga kelestarian bibir pantai kita,” tegas Fahrurozi. (raw)

Related posts