Kasus Me Hoa Disetop, Tim Beriman Akan Lapor ke DKPP

  • Whatsapp
Konferensi Pers – Jhohan Adhi Ferdian dari Law Firma Jhohan & Suwanto, Kuasa Hukum Tim Beriman (Bersama Algafry Rahman-Herry Erfian) dalam kegiatan jumpa pers, Selasa (24/11/2020). (foto: Muhammad Tamimi)

RAKYATPOS.COM,KOBA– Tim kuasa hukum pasangan calon bupati-calon wakil bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman-Herry Erfian (Beriman) berencana melaporkan pihak Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) dan Bawaslu Bangka Tengah ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP). Pelaporan ke DKPP ini dilakukan setelah kasus dugaan pelanggaran pemilu dengan terlapor Ketua DPRD Bangka Tengah, Me Hoa beberapa waktu lalu dihentikan.

“Menurut keputusan Sentra Gakkumdu Bangka Tengah itu (pelaporan-red) tidak memenuhi unsur pasal yang disangkakan. Padahal pelapor atas nama Palmulip pada saat itu telah menyerahkan barang bukti, saksi dan potongan video, sehingga jelas memenuhi syarat formil dan materil,” kata Kuasa Hukum Tim Beriman, Jhohan Adhi Ferdian dari Law Firm Jhohan & Suwanto, Selasa (24/11/2020).

Read More

Jhohan menyampaikan permintaan klarifikasi secara tertulis kepada Bawaslu Bangka Tengah dan suratnya sudah dibalas yang ditandatangani Ketua Bawaslu, Robianto yang mereka terima pada Senin (23/11/2020). Dia menegaskan, pihaknya mempertanyakan apa dasarnya kasus sampai dihentikan.

“Kami mempertanyakan? Ada apa dan kenapa kasus ini dihentikan?. Makanya, dalam beberapa hari ini akan membedah kasus itu dan akan melaporkan ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilihan Umum untuk mengetahui apakah ada pelanggaran kode etik atau tidak. Makanya, kita lihat bila ada pihak yang bermain dalam kasus ini, bisa diketahui di DKPP,” ungkapnya.

Jhohan menegaskan pelaporan akan dilakukan pihaknya ke DKPP dalam waktu dekat. “Kami mewakili tim kuasa hukum kosong satu merasa keberatan atas pleno Sentra Gakkumdu yang menetapkan penghentian kasus ini. Sementara itu, kewenangan Bawaslu Provinsi Babel sudah tidak ada karena dirubah dengan aturan terbaru dengan menghilangkan kewenangan Bawaslu Babel dalam mengoreksi,” katanya.

Terpisah, ketika dikonfirmasi tadi malam, Ketua Bawaslu Bangka Tengah, Robianto menyebutkan sebagai salah satu lembaga yang tergabung dalam Sentra Gakkumdu, keputusan kasus dugaan pelanggaran kampanye tersebut merupakan keputusan bersama atas nama Sentra Gakkumdu yang didalamnya terdapat lembaga Bawaslu, Kepolisian dan Kejaksaan.

Related posts