Jual Minol di Medsos, Kodok Berakhir di Penjara

  • Whatsapp
Ungkap Kasus- Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Babel, Kombes Pol Indra Krismayadi didampingi sejumlah perwira saat konferensi pers pengungkapan sejumlah kasus di Gedung Ditreskrimsus Polda Babel, Jumat (26/7/2019). (foto: Bambang Irawan)

PANGKALPINANG – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mengamankan sebanyak 72 botol minuman berkadar alkohol tinggi beserta pemiliknya Ferdyan alias Kodok.

Penangkapan Kodok bermula dari temuan Patroli Cyber Crime Subdit 2 yang mendapati aktivitas jual beli minol golongan B dan C di media sosial tanpa izin serta tanpa dilengkapi Surat Izin Usaha Perdagangan Minuman Beralkohol (SIUP MB).

“Kita mengamankan tersangka F alias Kodok pada tanggal 5 Maret 2019. F ini ditangkap berdasarkan Patroli Cyber kita,” tutur Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Babel, Kombes Pol Indra Krismayadi didampingi sejumlah perwira saat konferensi pers di Gedung Ditreskrimsus Polda Babel, Jumat (26/7/2019).

Indra menjelaskan, modus operandi yang dilakukan oleh Kodok dalam memasarkan minolnya dengan cara mengiklankan barang di media sosial. Sedangkan, konsumen biasanya melakukan pemesanan via telepon.

Baca Lainnya

“Mereka biasanya bertemunya di Tung Tau TJ Mart pada waktu kita pancing. Mereka, langsung kita lakukan penggerebekan dan penyitaan barang bukti di rumah tersangka di Jalan Theresia Pangkalpinang,” terangnya.

Dia menduga, ada kemungkinan minumal beralkohol ini akan dioplos dan dijual kembali oleh Kodok. “Jadi, tersangka ini menjual ada barang yang KW, ada juga yang original. Pengakuan dia baru sekali,” sambungnya.

Indra menyebutkan, minuman dengan kadar alkohol tinggi tersebut sangat rawan jika dijual bebas. Dia mengimbau agar setiap badan usaha yang menjual mihol, harus memiliki Surat Izin Usaha Perdagangan Minuman Beralkohol dari instansi terkait. “Mihol golongan B dan C yang memiliki kadar lima sampai dengan 50 persen itu sangat membahayakan,” katanya.

Oleh sebab itu, dia menegaskan, penyidik Ditreskrimsus Polda Babel menjerat tersangka dengan Undang-Undang Perdagangan, Undang-Undang Perlindungan Konsumen dan Undang-Undang Pangan.

“Ada tiga undang-undang yang kita terapkan kepada tersangka. Tersangka, tidak kita lakukan penahanan karena dianggap kooperatif, namun tetap kita lakukan pemeriksaan dan alhamdulillah, kasusnya sudah P21. Sebentar lagi, akan kita lakukan tahap 2 pelimpahan tersangka dan barang bukti,” tambah Indra.

Sedangkan, tersangka Kodok mengaku membeli mihol tersebut dari luar Kota Pangkalpinang. Dia mengungkapkan, harga mihol yang dijual bervariasi dan dari hasil penjualan, pelaku meraup keuntungan sekitar Rp50.000 per botol.

“Pengiriman ada yang dari Surabaya, Jogja, Jakarta, melalui jalur darat dan laut. Nggak tentu harganya, kadang sehari laku dua botol, kadang juga tiga botol,” katanya. (bis/10)

Related posts