Johan Aping Minta Warga Lakukan Ritual Ceng Beng di Rumah

  • Whatsapp
Ketua Harian Yayasan Sentosa, Johan Riduan Hasan (kedua dari kiri) saat konferensi pers di Posko Gugus Tugas Covid-19 Babel, eks gedung VIP Bandara Depati Amir, Kamis (26/3/2020). (foto: Nurul Kurniasih)

RAKYATPOS.COM, PANGKALPINANG– Ketua Harian Yayasan Sentosa, Johan Riduan Hasan alias Aping meminta warga Tionghoa melaksanakan ritual Ceng Beng di rumah masing-masing di tengah merebaknya virus Corona atau Covid-19 di tanah air. Hal ini dilakukan untuk mengikuti instruksi pemerintah yang meminta warga mengurangi dan menghentikan aktivitas di luar rumah yang dihadiri banyak orang.

“Jum’at kemarin kita dipanggil oleh wali kota, membahas Ceng Beng, saya harus berkoordinasi dengan pembina dan pengawas terkait Ceng Beng ditiadakan dan bagi masyarakat yang mau melaksanakan ritual silakan di rumah masing-masing,” kata Aping dalam konferensi pers di Posko Gugus Tugas Covid-19 Babel, eks gedung VIP Bandara Depati Amir, Kamis (26/3/2020).

Setelah rapat itu, lanjut dia, intern yayasan kemudian mengadakan rapat pada hari Sabtu dan Senin kemarin sudah disosialisasikan kepada karyawan dan anggota yayasan. Aping menambahkan, pihak yayasan juga sudah memasang spanduk imbauan untuk melaksanakan ritual Ceng Beng di rumah yang dipasang di empat pintu masuk ke Pekuburan Sentosa.

Disinggung kemungkinan warga Babel di luar negeri pulang ke Bangka untuk merayakan Ceng Beng, Aping memastikan tidak ada, karena ada kekhawatiran akan diperlakukan karantina bagi yang masuk ke negara lain setelah kembali dari Indonesia. Jangankan dari luar negeri, sekarang saja tambah dia, jika ada yang masuk dari luar Babel, masyarakat sudah parno dan harus betul-betul bebas dari Covid-19.

Baca Lainnya

“Terkait dengan orang asing dari luar, kita hari ini pandemi Covid-19, secara sistem dari luar begitu orang asing masuk ke Indonesia, pulangnya pasti akan diisolasi selama dua minggu, mereka batal datang. Saya juga dapat info, ada di satu desa, begitu ada yang masuk dari Jakarta deklarasi dulu di desa, saya dengar begitu, biarpun saudara kita, kita sudah imbau tetap disuruh bahwa bebas Covid-19 datangi puskesmas terlebih dahulu,” bebernya.

Diakui Aping, lantaran merebaknya penyebaran Covid-19 ini, sanak keluarganya yang di Jakarta dan daerah lain memilih untuk tidak pulang ke Babel. “Kalau berapa jumlah warga etnis yang pulang ke Babel, saya tidak tau pasti, tapi lingkungan keluarga saya, semuanya tidak pulang, karena kita imbau selama Ceng Beng tidak pulang,” tandasnya.

Dia menambahkan, masing-masing orang punya persepsi bebreda terkait pelaksanaan Ceng Beng jika berkaitan dengan keafdolan beribadah. Namun, katanya, warga tetap diizinkan untuk beribadah di rumah apabila dalam kondisi saat ini dengan prosesi yang sama ketika ritual dilakukan di perkuburan.

“Di kuburan atau di rumah, afdol yang mana saya nggak tau, tergantung masing-masing. Saya pikir dimana saja bisa, walaupun tinggal di Jakarta leluhurnya di Bangka. Ini (wabah Covid-19) kondisi yang luar biasa, untuk apa datang atau seandainya kuburan leluhur saya di Belinyu, saya bisa melakukan di rumah saja,” jelasnya. (nov)

Related posts