Jenazah yang Dimakamkan di TPU Air Ruay dengan SOP Corona Berstatus PDP

  • Whatsapp
Virus Covid-19 (ist)

RAKYATPOS.COM, SUNGAILIAT– Direktur RSUD Depati Bahrin Sungailiat, Dokter Yogi membenarkan pemakaman pasien asal Desa Karya Makmur, Kecamatan Pemali menggunakan Standar Operasional Prosedur (SOP) Covid-19, Jumat pagi (10/4/2020). Hal itu lantaran pasien masuk dalam kategori pasien dalam pengawasan (PDP).

Demikian diterangkan dr. Yogi saat konferensi pers di halaman Kantor Gugus Tugas Kabupaten Bangka, Jum’at siang (10/4/2020). Menurut dia, sejak dirawat di RSUD, pasien berusia 69 tahun tersebut memiliki gejala sesak nafas berat. Dari hasil rapid test, pasien menunjukkan hasil negatif, namun sampel swab sudah dikirimkan ke laboratorium.

Read More

“Pasien datang dibawa petugas Puskesmas Sungailiat dengan kondisi sesak nafas berat dengan saturasi oksigen 63 persen dan tensi 190. Jam 12.30 WIB. Diterima di pos depan UGD. Karena kondisi seperti ini kita antisipasi dari awal. Dari hasil anatesa, pemeriksaan fisik pasien dan laboratorium dan rontgen pasien dikelompokkan sebagai PDP,”jelasnya.

Lantaran masuk dalam status PDP, menurut dia, pasien pun akhirnya harus dirawat dalam ruang isolasi. Menurut Yogi, selama dalam ruang isolasi kondisi kesehatan pasien semakin menurun dan meninggal dunia pada pukul 23.40 WIB.

Dia menambahkan, karena status pasien kategori PDP, maka pemakaman menggunakan SOP Covid 19. Setelah berkoordinasi dengan gugus kabupaten dan pihak keluarga, pemakaman jenazah dilakukan oleh pihak rumah sakit dan diurus oleh gugus tugas.

“Kita harus sesuai SOP. Jadi kita panggil keluarga kita kasih tau bahwa PDP. Maka kita harus konfirmasi ke pihak keluarga dan mereka menerima. Pihak RS melakukan pemakaman jenazah sesuai SOP dan tidak boleh mampir ke rumah keluarganya,”kata Yogi.

Baca juga: Misterius, 1 Warga Pemali Dimakamkan Petugas Pakai APD

“Penguburan jenazahnya ke dalam peti dan masuk ke dalam ambulan dengan petugas berpakaian APD. Pihak kita semua sudah bergerak jam 12 malam. Kami, teman-teman dari gugus mengurus pemakaman dan antisipasi kalau ada masyarakat yang bagaimana bagaimana terhadap jenazah,”jelasnya.

Yogi menambahkan proses pemakaman pasien dengan SOP Covid-19 tersebut dilakukan sebagai bentuk kewaspadaan. Dia menegaskan, apapun hasil dari tes swab pasien, yang terpenting pihak RSUD sudah melakukan sesuai standar.

“Proses pemakaman sesuai SOP Covid dilakukan untuk kewaspadaan, pihak RSUD sudah melakukan sesuai standar. Kami jelaskan kepada masyarakat bahwa ini tidak seperti dibayangkan sudah positif atau belum. SOP untuk kita waspada. Apapun hasilnya kita sudah lakukan sesuai standar,” tegasnya.(2nd)

JustForex

Related posts