Janda Cantik Pengusaha Katering, Kirim Surat Membantah Digerebek Kumpul Kebo

  • Whatsapp

Mobil Hilux Dicurgai, Diklaim untuk Antar Makanan Sahur Karyawa200

 

Surat tulis tangan BB–janda cantik yang dituding digerebek kumpul kebo saat memberikan hak jawabnya, tadi malam. (Foto: Ist)RAKYATPOS.COM, PEMALI – Warga Gang Andalas, di Jalan Batin Tikal, Desa Karya Makmur, Kecamatan Pemali, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Jumat sore (29/5/2020) sedikit heboh.

Pasalnya, Ketua RT, Kepala Dusun, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), anggota Polri Bhabinkamtibmas dan beberapa warga, berkumpul di kediaman BB–seorang janda cantik yang sebelumnya dikabarkan pernah digerebek karena diduga kumpul kebo.

Baca Lainnya

Perempuan berusia 42 tahun itu menghadirkan kerabatnya, salah seorang pejabat eselon di Pemerintah Provinsi Bangka Belitung untuk memediasi tudingan warga dan Ketua RT setempat, tentang penggerebekan dan dugaan kumpul kebo yang menurutnya tidak benar.

Sebelumnya, Ketua RT 003, Haidir kepada rakyatpos.com kemarin malam, Kamis (28/5/2020) membenarkan adanya keresahan warga mengenai gerak gerik Sang Janda. Hingga akhirnya Selasa malam lalu dilakukan penggerebekan.

“Iya ada warga yang lapor kepada saya. Memang sering ada mobil Hilux yang suka datang. Kita gak tau lah berselingkuh apa tidak. Tapi kedatangannya memang sudah diluar jam kunjung. Sudah didatangi dan dikasih arahan di kantor desa, ibu itu sudah mengakuinya,” jelas Haidir.

Menurut Haidir, apabila yang bersangkutan masih melakukan perbuatan yang membuat warga resah, maka warga kepada dirinya meminta agar BB angkat kaki dari tempat tinggalnya saat ini.

“Warga ini meminta kalau masih mengulangi, dia (BB – red) harus pindah. Kami sudah menerapkan jam kunjungan yakni sampai jam 22.00 WIB. Kita tidak mau sampai terjadi fitnah,” tegasnya.

Namun, pernyataan Ketua RT ini dibantah oleh BB, janda itu. Dalam hak jawabnya yang ditulis di atas kertas dan fotonya dikirim seorang pengacara kepada wartawan rakyatpos.com, Jum’at malam (29/5/2020) menyebutkan, kalau dirinya tidak digerebek warga.

Versi BB, kronologis yang dialaminya Selasa malam tanggal 26 Mei 2020 lalu itu, pukul 22.00 WIB di rumahnya memang ada banyak orang. Tetapi bukan warga menggerebek, melainkan tante atau bibinya enam orang yang datang berkunjung dan tengah menonton televisi, serta keponakannya RH dan temannya HF sedang bermain game di teras rumah kontrakannya.

“Jam 10 malam itu tidak ada terjadi penggerebekan dan Satpol PP hanya lewat saja di depan rumah,” kata dia dalam tulisan di kertas.

Selanjutnya, BB mengakui esoknya pada Rabu tanggal 27 Mei 2020 jam 09.00 WIB, pihak RT dan anggota Polri Bhabinkamtibmas Desa Karya Makmur memang ada datang ke rumahnya. Namun karena pagi itu, BB sedang tidak ada di rumah sehingga pihak RT menghubungi lewat telpon dan mengundang untuk datang ke kantor desa.

BB lalu memenuhi undangan tersebut. Sekitar pukul 10.00 WIB, janda cantik ini didampingi kakak perempuan, anak dan keponakannya sudah tiba di Kantor Desa Karya Makmur.

“Kita duduk di halaman kantor desa bersama Bhabin, RT, BPD, dan yang lainnya. Saya ditanya ada cerita apa semalam. Kok Satpol PP dari Kabupaten mau melakukan penggerebekan, ada apa ceritanya. Justru saya kaget, baru tau berita itu. Justru saya bertanya, ada apa pak masalahnya. Kok rumah saya mau digerebek. Memang saya salah apa?” tulis BB menceritakan saat pertemuan di kantor desa.

Malah saat itu, menurut BB, anggota Bhabinkamtibmas pun bingung. Karena sebagai aparat yang bertugas di wilayah Desa Karya Makmur, tidak mendapat laporan dari RT dan desa, tetapi ada rombongan anggota Sat Pol PP datang karena menduga ada warga yang kumpul kebo.

“Kata Pak Bhabin, saya juga bingung. Kok gak ada laporan dari RT dan dari desa terusan ke saya. Kok langsung mau digerebek,” lanjut janda anak satu ini.

BB menegaskan, dirinya baru mengetahui dalam pertemuan hari itu di kantor desa bahwa ia diisukan kumpul kebo. Padahal menurutnya hal tersebut tidak benar. Sebab, selama ini, ia tinggal bersama dengan anaknya dan kakak perempuan berikut beberapa orang keponakannya.

“Saya diisukan kumpul kebo, padahal kenyataan rumah itu selalu banyak orang, gak pernah sepi. Tetangga depan pun tau banget apa pekerjaan saya. Yang dinamakan kumpul kebo, pasti ada laki laki dan perempuan di rumah. Padahal di rumah saya gak pernah sepi orang. Sejak Covid 19, kakak saya dan keponakan ada 6 orang tinggal,” kata dia.

Mendengar keterangan itu, lanjut BB akhirnya pihak RT, BPD dan Bhabinkamtibmas menyatakan itu gak ada masalah. “Urusan sudah beres dan clear,” imbuhnya.

Namun BB kembali kaget setelah Jumat pagi (29/5/2020) sekitar pukul 09.00 WIB mendapat telpon dari keluarganya yang mengatakan kalau berita miring tentang dirinya digerebek karena diduga kumpul kebo muncul di media. Tak terima akan kabar tersebut, ia langsung menghubungi RT setempat dan mengajak bertemu lagi di kantor desa.

“Saya ditelpon keluarga berita saya masuk di koran. Saya langsung nelpon pak RT mengajak bertemu di kantor desa bersama Pak Kades, Pak Bhabin, BPD dan pihak keamanan lainnya.”

Dalam pertemuan kedua ini, BB mempertanyakan mengenai berita tentang dirinya yang menyebutkan ia menjadi sasaran penggerebekan. Janda ini mengaku bingung, karena merasa tidak pernah digerebek seperti pernyataan Pak RT, Kades dan warga.

Mediasi antara janda cantik, Ketua RT, anggota BPD Karya Makmur, kepala dusun dan beberapa warga di kediaman BB di Gang Andalas, Kecamatan Pemali, Kabupaten Bangka, Jumat sore (29/5/2020). (Foto: Istimewa)

Ia juga menjelaskan kendaraan Hilux yang sering terparkir di halaman rumahnya, bukan dikendarai oleh pasangannya. Tetapi mobil itu memang kerap dipakai untuk bekerja. BB mengaku sebagai pengusaha catering, kendaraan tersebut digunakan untuk mengantar makanan.

“Dan mobil hilux, memang dipakai untuk kerja mengantar makanan sahur karyawan setiap hari setiap jam 2 pagi. Dan untuk mengantarkan makanan tersebut,” tandasnya.

Selain itu, BB yang aktif di media sosial namun kemudian sejak kemarin akun Facebooknya tak tampak lagi ini, menjelaskan dirinya sudah tinggal di rumah kontrakannya hampir 5 tahun, bukan satu setengah bulan seperti pernyataan warga.

“Saya tinggal di rumah ini bukan cuma 1.5 bulan. Tapi sudah hampir 5 tahun. Dan kejadian seperti ini belum pernah terjadi sebelumnya. Yang tinggal di rmh saya itu selama covid 19 ada 8 orang. Saya, kakak perempuan saya, anak saya dan 5 keponakan saya,” tutupnya.

Sementara Iklima yang mengaku sebagai Legal Konsultan BB kepada wartawan tadi malam mengatakan, setelah menelaah permasalahan kliennya, ia menyimpulkan bahwa telah terjadi miss comunication antara warga dengan BB. Hal ini akibat adanya sebuah kendaraan yang terparkir di halaman rumah BB.

“Warga menduga mobil Hilux yang terparkir merupakan kendaraan seorang tamu yang berkunjung di luar jam bertamu. Padahal kendaraan tersebut memang digunakan sebagai kendaraan operasional usaha sebagai pengusaha catering. Jadi sepertinya ada miss comunication. Dan sore tadi sudah dipertemukan semua pihak dan permasalahan dianggap clear,” pungkas Iklima.

Diberitakan sebelumnya, warga setempat menuding BB kerab menerima kunjungan laki-laki yang bukan muhrimnya. Menurut warga, gerak gerik BB memang sudah menjadi sorotan sejak tinggal di Gang Andalas, Desa Karya Makmur selama 1,5 bulan.

“Dia ini sejak 1 bulan setengah tinggal di kontrakan dekat rumah kami. Dan memang sering menerima kunjungan dari teman laki laki hingga larut malam. Bahkan selama bulan puasa kemarin. Laki laki itu suka pulang subuh,” ujar salah satu warga.

Dan Selasa (26/5/2020) malam sekitar pukul 23.00 WIB, lanjut warga itu, kontrakan BB pun sempat dihampiri warga, RT, kepala lingkungan, kepala dusun, Bhabinkamtibmas, dan Satpol PP. Namun saat itu, selain teman laki lakinya yang diketahui berinisial A, ada orang lain di dalam rumahnya.

Baru kemudian Rabu (27/5/2020) pagi BB memenuhi panggilan pihak aparatur desa untuk dimintai keterangan yang disaksikan perangkat desa, Kadus dan RT.

Namun menurut warga sekitar, usai dipanggil aparat desa, Rabu malamnya sekitar pukul 22.00 WIB, kontrakan BB kembali dikunjungi laki laki yang diketahui sudah beristri tersebut.

Lantaran gerah dengan ulahnya, warga pun mendatangi kembali kediaman BB dan mengambil dokumentasi terang-terangan sehingga tak lama berselang A pun meninggalkan kediaman BB.

Kepala Desa Karya Makmur, Yusni Thamrin kepada wartawan kemarin malam membenarkan ada bentuk keresahan warga. Yusni mengatakan pihak wanita sudah memenuhi panggilan pihak desa dan mengakui perbuatannya. Sudah juga diberikan peringatan dan arahan.

“Kemarin itu memang ada laporan seperti itu. Jadi Bhabinkamtibmas desa melapor kepada saya. Saya mengkonfirmasi kepada RT. Tapi malam itu ketika hendak didatangi sudah gak ada lagi. Jadi besoknya kami lakukan mediasi di kantor desa dihadiri Kadus, Bhabin, RT setempat. Sudah clear hari itu. Si ibu mengakui perbuatannya. Namun belum sempat dibuat surat pernyataan karena hari itu baru sekedar ultimatum untuk menjaga kamtibmas di desa kami. Tapi kalau selanjutnya masih berulah akan kami tindak tegas dan tetap kami pantau terus,” kata Yusni Thamrin saat dikonfirmasi dan direkam wartawan. (2nd)

Related posts