Imbas Covid-19, Okupansi Hotel Turun

  • Whatsapp

PANGKALPINANG – Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia( PHRI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Bambang Patijaya, meminta, agar pemerintah daerah tetap melaksanakan kegiatan terbatas di hotel, untuk menyelematkan Okupansi Hotel di Provinsi Kepulauan Babel, yang turun paska penyebaran Covid-19.

Ia khawatir, dengan dampak Covid-19 yang terus meresahkan warga Indonesia khususnya di Bangka Belitung, tidak menutup kemungkinan akan berdampak juga pada perhotelan di Babel.

“Tingkat okupansi hotel di Babel pada Minggu ke dua tepatnya pada bulan Maret, 35 persen, Acc hotel Minggu ini 30 persen, dan di prediksi Minggu depan di bawah 10 persen bahkan bisa di prediksi bisa turun hingga 5 persen. Hal ini disebabkan karena pembatalan event MICE dari instansi Pemerintah pusat/daerah dan berkurangan walk-in Guest,” kata Bambang.

Baca Lainnya

BPJ, sapaan akrab Bambang menyebutkan, perlu langkah-langkah antisipasi agar hal ini tidak terjadi, untuk itu pihaknya meminta kepada Sekda Babel untuk mengimbau kepada para OPD yg sudah menjadwalkan kegiatan di hotel-hotel, untuk tidak melakukan pembatalan atau penundaan kegiatan

“Salah satu solusinya, adalah agar rapat -rapat OPD tetap dilaksanakan di hotel-hotel atau restoran, meskipun dengan kapasitas lebih terbatas, hal ini agar hotel dan restoran tetap ada pemasukan, sebab di tengah kondisi sekarang ini tidak mungkin berharap banyak dari tamu-tamu nusantara maupun mancanegara yang datang. Sekarang yang ada malah pembatalan dan bukan nambah orderan,” ujarnya.

Ia berharap, tidak ada kebijakan yang mematikan dunia industri termasuk perhotelan dan restoran, mengingat sebentar lagi juga akan chengbeng, puasa, idul fitri dan sebagainya.

“kalau tidak pemasukan mau bagaimana membayar biaya operasional, gaji maupun THR,” imbuhnya.

PHRI Babel, tambahnya, juga mengimbau hotel dan restoran untuk menjaga kebersihan lingkungan hotel dan restoran, sekaligus mematuhi surat edaran yg dikeluarkan Gubenur Babel tentang upaya antisipasi dan pencegahan penyebaran corona virus covid-19, dengan menyiapkan hand sanitizer dan pengecekan mengunakan thermal scanner.

Anggota DPR RI ini juga mengatakan, jika pemerintah pusat memberikan pembebasan pajak daerah, sesuai dengan petunjuk teknis PMK, sesuai Surat Edaran (SE) dari Kementerian Keuangan.

“Terkait relaksasi retribusi pajak bagi industri perhotelan dan restoran di Babel karena Babel termasuk salah satu yang akan menerima rencana alokasi kebijakan pusat tersebut,” ulasnya.

Sementara, Sekda Babel, Naziarto menyebutkan, Pemrov hanya membatasi kegiatan yang bersifat mengumpulkan orang banyak yakni diatas 100 orang, atau dengan peserta yang berasal dari luar Pemrov Babel.

“Pemprov tidak pernah mengeluarkan larangan kepada para OPD untuk menghentikan atau menunda kegiatan meeting atau rapat sepanjang di lakukan tidak secara masif atau mengumpulkan massa yang banyak (diatas 100 orang),” terang Naziarto.

Selain itu, Pemprov Babel juga akan menyurati dan mengimbau para OPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Bangka Belitung untuk tidak menunda atau membatalkan kegiatan di hotel yang sudah dipesan, ataupun sudah di rencanakan sesuai dengan permintaan dan surat BPD PHRI Babel.

“Sepanjang tidak bersifat massif atau mengumpulkan massa dalam jumlah yg besar,” sebutnya.

Pemprov, tambahnya, juga akan mencari informasi dan petunjuk Teknis dari PMK(peraturan menteri keuangan) tentang pembebasan pajak daerah untuk hotel dan restoran. (nov/6)

Related posts