Hubungan Diabetes Melitus dengan Kejadian Stroke Iskemik

  • Whatsapp

Oleh: dr. Helvian Yosef

Sebagian masyarakat tentu sudah mengenal penyakit yang satu ini. Ialah stroke. Penyakit Stroke menempati urutan ketiga sebagai penyakit mematikan setelah penyakit jantung dan kanker, sedangkan di Indonesia stroke menempati urutan pertama sebagai penyebab kematian di rumah sakit (Aliah dkk, 2007).

Read More

Dalam skala global, stroke sekarang berada dalam peringkat kedua, di bawah penyakit jantung iskemik sebagai penyebab kematian dan merupakan faktor utama penyebab kecacatan serius. Di Asia yang kebanyakan merupakan negara berkembang jumlah penderita stroke lebih banyak daripada di negara maju. Konferensi Stroke Internasional yang diadakan di Wina, Austria, tahun 2008 juga mengungkapkan bahwa di kawasan Asia jumlah kasus stroke terus meningkat (Soemarmo, 2008).

Perlu diketahui bahwa angka kejadian stroke di Indonesia meningkat dengan tajam. Saat ini, Indonesia merupakan negara dengan jumlah penderita stroke terbesar di Asia. Data stroke yang dikeluarkan oleh Yayasan Stroke Indonesia menyatakan pada tahun 2004, penelitian di sejumlah rumah sakit menemukan pasien rawat inap karena stroke jumlahnya sekitar 23.000 orang.

Stroke disebabkan oleh tersumbatnya pembuluh darah atau perdarahan di otak. Tanda-tanda stroke meliputi sakit kepala mendadak yang parah, kelemahan, mati rasa, gangguan penglihatan, kebingungan, kesulitan berjalan atau berbicara, pusing dan bicara tidak jelas.

Gejala- gejala Stroke

Jika kita memiliki gejala – gejala stroke seperti dibawah ini, segera ke rumah sakit dan minta secepatnya diberikan pengobatan. Gejala umum dari stroke meliputi: 1) Mati rasa mendadak, kesemutan, kelemahan, atau kehilangan gerakan di wajah, lengan, atau kaki, terutama hanya pada satu sisi tubuh; 2) Perubahan visi mendadak; 3) Gangguan berbicara atau susah berbicara (Sudden trouble speaking; 4) Kebingungan tiba-tiba atau kesulitan memahami pernyataan sederhana; 5) Masalah mendadak dengan berjalan atau keseimbangan; 6) Tiba-tiba, sakit kepala parah yang berbeda dari sakit kepala masa lalu.

Penyebab diabetes melitus menjadi stroke iskemik salah satunya adalah adanya suatu proses aterosklerosis. Kira-kira 30% pasien dengan aterosklerosis otak terbukti adalah penderita diabetes. Terjadinya hiperglikemia menyebabkan kerusakan dinding pembuluh darah besar maupun pembuluh darah perifer. Disamping itu juga akan meningkatkan agegrat platelet dimana kedua proses tersebut dapat menyebabkan aterosklerosis.
Patut diketahui pula, Hiperglikemia dapat meningkatkan viskositas darah yang kemudian akan menyebabkan naiknya tekanan darah atau hipertensi dan berakibat terjadinya stroke iskemik. Proses makroangiopati dianggap sangat relevan dengan stroke dan juga terdapat bukti adanya keterlibatan proses makroangiopati yang ditandai terjadinya stroke lakunar pada penderita diabetes melitus (Gilroy, 2000; Hankey dan Lees, 2001; Ryden et al 2007).

Mengapa Pasien Diabetes Lebih Mudah Terserang Stroke Iskemik?

Seperti telah dikatakan di atas, diabetes, seperti juga beberapa penyakit lain seperti hipertensi, dislipidemia (LDL-cholesterol), merokok, obesitas, pola hidup yang kurang aktivitas, adanya radang kronik, dan sebagainya, memicu terbentuknya radikal bebas yang mendorong/ mempercepat proses atherosklerosis. Pasien dengan diabetes umumnya juga mengidap hipertensi, dislipidemia dan faktor risiko lainnya. Terkumpulnya beberapa faktor risiko ini menciptakan kondisi yang subur untuk terjadinya artherosklerosis.

Kagansky mengatakan, diabetes sendiri terkait dengan kemungkinan stroke dan penyakit jantung koroner yang lebih besar. Bahkan stress hyperglycemia pada pasien bukan diabet juga berprognosa lebih buruk pada infark. Pada semua jenis stroke, kadar glukosa darah yang tinggi saat masuk rumah sakit terbukti memperburuk keadaan. Weir dkk membenarkan hal ini setelah memeriksa 750 pasien non-diabetik yang saat masuk dirawat kadar glukosa darahnya tinggi. Weir telah memperhitungkan adanya semua faktor risiko lain, seperti hipertensi, merokok, usia, serta jenis kelamin. Pasien yang sebelum stroke sudah menderita diabetes (walaupun anamnesanya tidak jelas, dapat diperkirakan dari adanya peningkatan kadar glycosylated hemoglobin).

Agar Terhindar dari Stroke Khususnya Penderita Diabetes?
Ada beberapa upaya yang dilakukan agar terhindar dari stroke khususnya diabeter: 1) Secara teratur harus memonitor kadar gula darahnya; 2) Mencatat perkembangannya naik turunnya kadar gula darahnya; 3) Melakukan olahraga secara teratur setiap hari minimal 30 menit, misalnya jalan kaki, bersepeda, usahakan olahraga yang menyenangkan sehingga tidak cepat bosan; 4) Berkonsultasi ke dokter secara teratur; 4) Mengatur pola makan dengan baik, apabila memakan nasi, harus dengan beras yang index glikemiknya rendah dan hidarkan makanan-makanan yang dapat menaikkan kadar gula darah; 5) Memakan obat diabetes atau menyuntikkan insulin secara teratur sesuai dengan petunjuk dokter.

Semoga apa yang dipapar di atas, menambah pengetahuan kita, khususnya mengenai penyakit stroke, dalam hal ini diabetes Melitus dengan Kejadian Stroke Iskemik. Dengan mengetahui hal tersebut, kita bisa melakukan langkah-langkah antisipasi. (****).

JustForex

Related posts