Hina Polisi di Instagram Story, IRT Asal Tamansari Terancam 6 Tahun Penjara

  • Whatsapp
Ferza Arika alias Chikasiarika (44) saat diamankan anggota Satreskrim Polres Pangkalpinang terkait ujaran kebencian, Jumat.(foto: istimewa)

RAKYATPOS.COM, PANGKALPINANG– Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Pangkalpinang menahan Ferza Arika alias Chikasiarika (44), lantaran mengunggah ujaran kebencian dan pencemaran nama baik terhadap institusi Polri di media sosial Instagram.

Warga Batin Tikal, Kecamatan Taman Sari ini diciduk polisi pada Jumat 29 Mei 2020 sekitar pukul 23.00 Wib di rumah kerabatnya di Jalan Telukbayur, Kelurahan Pasirputih.

Dalam postingannya pada Jumat, 29 Mei 2020 sekitar pukul 07.00 Wib, pelaku menggunggah satu foto status dan sejumlah video di story Instagramnya.

Dia menyebutkan kalimat fitnah, kata-kata jorok dan kalimat tidak pantas terhadap  polisi terkait penertiban juru parkir di Pasar Pagi beberapa waktu lalu di postingannya.

Baca Lainnya

Belakangan, diketahui suami pelaku adalah koordinator juru parkir yang sempat didata dan diamankan polisi terkait dugaan pungli.

Kasat Reskrim Polres Pangkalpinang, AKP Adi Putra seizin Kapolres Pangkalpinang, AKBP Tris Lesmana Zeviansyah kepada wartawan, Senin (1/6/2020) mengatakan saat ini pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka dan dilakukan penahanan selama 20 hari di Rutan Polres Pangkalpinang.

“Dari hasil pemeriksaan, pelaku diketahui tidak senang sang suami FE alias FO yang diketahui sebagai koordinator juru parkir diperiksa oleh tim gabungan Saber Pungli Polda Babel dan Polres Pangkalpinang usai melakukan penertiban juru parkir di Pasar Pagi,” kata Adi Putra.

Ditambahkan Adi Putra, pelaku dijerat dengan pasal 45 ayat (2) jo pasal 28 ayat (2) UU nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dengan ancaman 6 tahun penjara dan atau denda paling banyak Rp 1 miliar.

“Barang bukti yang diamankan oleh penyidik diantaranya video ujaran kebencian berdurasi lebih kurang 7 menit, HP Oppo F9 warna unggu, sprei kasur dan sarung bantal warna kuning,”beber Adi Putra.

Adi Putra juga menjelaskan bahwa saat ini sang suami masih dalam pemeriksaan dalam rangka penyelidikan sebagai koordinator juru parkir.

“Masih dalam pemeriksaan, dalam rangka penyelidikan, sang suami juga merupakan koordinator petugas juru parkir,” kata mantan Kapolsek Bukit Intan ini. (ist)

Related posts