HEBOH! Pemangkas Rambut Pejabat Terkonfirmasi Covid-19 Didatangi “Tim Astronot”

  • Whatsapp
Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Pangkalpinang ketika mendatangi kios pangkas rambut, di Jalan Kampung Melayu, Kelurahan Bukit Merapin, tadi malam. Pejabat Pemkot Pangkalpinang yang terkonfirmasi Covid-19 pernah memangkas rambut di tempat ini sebelum hasil swab positifnya diumumkan. (Foto: Istimewa)

RAKYATPOS.COM, PANGKALPINANG – Warga Jalan Kampung Melayu Kelurahan Bukit Merapin, Kecamatan Gerunggang, Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Jum’at malam (22/5/2020) sekitar pukul 20.30 WIB, heboh.

Pasalnya, Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Pangkalpinang dengan mobil ambulan Dinas Kesehatan, mendatangi salon pangkas rambut Gibran Andalas di samping SMP Negeri 3 Pangkalpinang di jalan itu.

Warga heboh karena menduga petugas berpakaian Alat Pelindung Diri (APD) lengkap tersebut, menjemput tiga pegawai salon yang terjangkit Covid-19. Ditambah lagi suara sirine dan lampu ambulan yang menyala di pinggir jalan.

Informasi yang dihimpun rakyatpos.com menyebutkan, bahwa tiga orang tukang pangkas rambut ini didatangi petugas, lantaran seorang pejabat yang terkonfirmasi positif terinfeksi virus Corona dua hari lalu, yakni AF pernah memangkas rambutnya di Gibran Andalas.

Baca Lainnya

Tak ayal, ketiga pegawai pangkas rambut tersebut, yaitu R (28), Y (24) dan D (35) dikategorikan sebagai Orang Tanpa Gejala (OTG). Mereka dilakukan rapid tes dan diambil sampel swab. Ketiga disarankan untuk isolasi mandiri di rumah serta menutup sementara kegiatan pangkas rambutnya sampai dengan selesai masa pemantauan dan dinyatakan negatif Covid-19.

Namun imbauan ini tak diindahkan. Ketiga tukang pangkas rambut itu justru tetap memangkas rambut, sehingga didatangi petugas.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Pangkalpinang yang juga Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Depati Hamzah (RSUD DH) Pangkalpinang, dr. Muhammad Fauzan membantah tim menjemput warga terkonfirmasi Corona di Jalan Kampung Melayu Kelurahan Bukit Merapin, yang videonya viral tadi malam.

“Kalau dijemput, ini tidak benar. Yang benar adalah karena kemarin bapak Rapiko tukang pangkas yang memotong rambut tuan AF itu yang terkonfirmasi hasil positif sudah dilakukan Swab, tadi malam. Kemudian setelah dilakukan Swab, dan sudah diinformasikan, diedukasi agar untuk mengkarantina diri dulu sebenarnya selama 14 hari,” jelasnya.

“Namun, belum keluar hasil sampel Swabnya, tukang pangkas rambut ini justru tak mengindahkan peringatan. Dia masih tetap buka dan tetap motong rambut. Misalnya, dia terkonfirmasi positif kan bisa menularkan ke orang lain. Tapi, petugas yang datang ke sana itu atas laporan dari masyarakat juga,” tuturnya.

Fauzan kembali menegaskan bahwa petugas yang datang ke pangkas rambut ini bukan mau menjemput, tapi hanya untuk menghimbau kembali agar mengisolasi diri sampai keluar hasil Swab. (bis)

Related posts