Gubernur Erzaldi Minta Kejelasan Perusahaan Leasing Terkait Kredit Masyarakat di Tengah Covid-19

  • Whatsapp
Gubernur rapat bersama Perusahaan Leasing. (foto: umar)

RAKYAT POS.COM, PANGKALPINANG – Gubernur Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman rapat bersama perusahaan leasing seperti Bussan Auto Finance (BAF) dan Federal International Finance (FIF) serta beberapa bank, membahas terkait pembayaran kredit masyarakat di tengah merebaknya Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Dalam pertemuan yang digelar di di ruang kerja Gubernur, Kantor Gubernur Babel, Kamis (9/4/2020), Gubernur Erzaldi Rosman meminta kejelasan dari pihak leasing ketika ada masyarakat yang meminta keringanan untuk dalam hal pembayaran angsuran selama situasi Covid-19 berlangsung.

Read More

Hal ini, dikatakan Gubernur, menjadi perhatian dari Pemprov Babel untuk dapat membantu menyampaikan keresahan dari masyarakat, sehingga dapat meringankan beban masyarakat dalam melewati masa-masa sulit seperti sekarang.

“Kita meminta (pihak leasing) kriteria-kriteria dan memberikan pemahaman kepada mereka agar melayani masyarakat kita yang sedang kesusahan ini. Mereka pun menyanggupi, dan kita akan membuat hotline sebagai nomor komunikasi kita ketika masyarakat membutuhkan pelayanan dari Pemprov,” ungkapnya.

Gubernur Erzaldi Rosman telah menginstruksikan untuk membuat tim pelayanan hotline yang tidak hanya terkait leasing, namun juga berbagai tim khusus seperti Tim Hotline KUR, Tim Hotline Penanganan UMKM dan IKM, dan Penanganan Tenaga Informal.

“Pembentukan masing-masing tim ini untuk mempermudah informasi-informasi. Kalaupun nantinya ada bantuan dari pemerintah berupa bantuan langsung ataupun bantuan tidak langsung, tim inilah yang akan berkoordinasi dengan tim-tim yang ada di daerah kabupaten dan kota,” ujarnya.

Dedi, Manajemen BAF mengatakan, mereka telah mengacu kepada arahan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Asosiasi Perusahaan Pembiayaan (APPI) mengenai restrukturisasi atau dengan kata lain adalah keringanan kepada para konsumen yang mengalami kesulitan keuangan sebagai akibat penyebaran Virus Corona.

Keringanan tersebut antara lain berupa perubahan tanggal jatuh tempo, atau penurunan nilai angsuran dan perpanjangan tenor (jangka waktu).

Ada beberapa persyaratan untuk mendapatkan keringanan bagi konsumen yang terkena dampak Virus Corona, di antaranya: 1) Konsumen yang terena dampak langsung dengan nilai pembiayaan di bawah 10 miliar; 2) Pekerja sektor informal dan/atau pengusaha UMKM; 3) Konsumen yang tidak memiliki tunggakan sebelum tanggal 2 Maret 2020 saat Pemerintah RI mengumumkan Virus Corona; 4) Pemegang unit kendaraan atau jaminan yang mengajukan harus dilakukan oleh nama konsumen yang tercantum saat pengajuan kredit dengan BAF.

Related posts