Gelapkan Uang Rekan Bisnis Rp250 Juta, Debby Masuk Jeruji

  • Whatsapp
Kabag Ops Polres Bangka Tengah Kompol Andi Purwanto didampingi Kasat Reskrim AKP Robby Ansyari dan Kasat Sabara Iptu Efriansyah saat press release, Jumat (17/1/2020).(foto: Muhammad Tamimi)

RAKYATPOS.COM, KOBA – Sempat buron selama 5 bulan akhirnya Debby (42) warga Kelurahan Arung Dalam, Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah ditangkap Saturan Reserse Kriminal Polres Bangka Tengah, Kamis (16/1/2020). Debby ditangkap karena diduga menggelapkan uang sebesar Rp250 juta milik rekan bisnisnya bernama Usman.

Demikian disampaikan oleh Kabag Ops Polres Bangka Tengah Kompol Andi Purwanto didampingi Kasat Reskrim AKP Robby Ansyari dan Kasat Sabara Iptu Efriansyah saat press release, Jumat (17/1/2020).

Read More

Kabag Ops menerangkan, kejadian berawal dari adanya lelang pasir timah di Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Pelelangan (KPKNP) Kota Pangkalpinang pada tanggal 14 September 2019 lalu. Saat itu, katanya, Usman menyerahkan uang sebesar Rp250 juta kepada Debby sebagai jaminan mengikuti lelang.

“Lalu, hari Minggu tanggal 15 September 2019 tersangka Debby menemui Usman sebagai korban dirumahnya dan meminta nomor rekening dengan alasan uang tersebut akan ditransfer ke rekening Usman,” ujar Kabag Ops.

Kabag Ops melanjutkan pada tanggal 23 September 2019, Usman melakukan pengecekan ke Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Pelelangan (KPKNP), namun uang itu sudah dikembalikan melalui rekening Debby.

“Karena tidak dapat lelang akhirnya uang tersebut dikembalikan oleh pihak KPPNL ke rekening tersangka Debby, kemudian tersangka ini menghilang tanpa kabar berita. Alhamdulillah berkat kerja keras anggota, tersangka berhasil kita tangkap saat berada dirumahnya, dari tangan tersangka berhasil di amankan barang bukti satu buah buku tabungan Bank BRI dan satu buah kartu ATM BRI atas nama Debby Harianto,” ungkapnya.

Sementara itu, DH yang ditemui usai jumpa pers menyampaikan alasannya khilaf uang hasil dari penggelapan tersebut dipergunakan untuk hura-hura dan dirinya pun menyesali perbuatanya ini. “Uang dipergunakan untuk hura-hura dan saya sangat menyesal,” ujarnya. (ran)

Related posts