Galang Mosi Tidak Percaya, Lima Fraksi DPRD Minta Sekda Bangka Diganti

  • Whatsapp
Lima dari delapan fraksi di DPRD Kabupaten Bangka merekomendasikan pergantian sekda Bangka, Selasa (7/4/2020).(foto: Riski Yuliandri)

RAKYATPOS.COM, SUNGAILIAT– Lima dari delapan fraksi di DPRD Kabupaten Bangka menyatakan mosi tidak percaya terhadap Sekretaris Daerah (Sekda) Bangka, Andi Hudirman. Bahkan, kelima fraksi yang terdiri dari Fraksi Gerindra, PPP, Nasdem, PKS-PAN-Hanura dan Fraksi B-3 tersebut akan menyampaikan rekomendasi pergantian sekda kepada Bupati Bangka, Mulkan.

Ketua Fraksi Gerindra, Taufik Koriyanto didampingi ketua Fraksi PPP dan sekretaris Fraksi PKS-PAN-Hanura mengatakan selain kurang kooperatif saat diundang rapat oleh DPRD, rekomendasi itu juga akan dilayangkan karena pernyataan Andi Hudirman yang menuding anggota dewan bermain proyek.

Read More

“Statement beliau (Andi Hudirman-red) yang menuding anggota dewan yang bermain proyek tidak bisa dibuktikan, selain itu memang hubungan antara sekda dengan dewan ini tidak harmonis. Sekda ini juga diundang DPRD rapat banmus tidak sekalipun hadir sejak jadi sekda, rapat kerja juga sudah berkali-kali,” ungkap Taufik, Selasa (7/4/2020).

Taufik juga meminta bupati Bangka untuk menanggapi rekomendasi tersebut dengan serius dan dia menjamin hubungan antara legislatif dan eksekutif tidak akan harmonis jika bupati tetap mempertahankan Andi Hudirman sebagai sekda.

“Jika bupati tdak menjalankan rekomendasi ini maka kami akan menggunakan hak kami sebagai anggota dewan baik hak angket, hak interpelasi atau menyatakan pendapat. Ini harus menjadi perhatian serius bupati, jika bupati masih tetap mempertahankan Andi Hudirman sebagai sekda maka tdak ada jaminan hubungan yang baik antara legislatif dan eksekutif,” tegasnya.

Politisi Partai Gerindra itu juga tidak bisa menerima alasan jika bupati Bangka tetap mempertahankan Andi Hudirman hanya karena masih fokus dalam menangani kasus Covid-19.

“Persoalan besok diganti inikan ada plt atau plh juga bisa menjalankan tugas sebagai sekda, jangan persoalan covid-19 menghalangi ini. Kasus Covid-19 inikan kerjasama antara semua, 35 dewan ini juga siap,” pungkas Taufik.

Terpisah, Bupati Bangka, Mulkan saat dikonfirmasi Selasa malam menyebutkan masalah ketidakhadiran sekda rapat di DPRD karena di waktu yang bersamaan pihaknya juga melaksanakan rapat.

Dia menyebutkan, pemda mengusulkan untuk rapat menggunakan video konferensi sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar.

Mulkan berharap kepada pihak DPRD untuk dapat memahami kondisi sekarang, dimana pemerintah lebih fokus pada penanganan Covid-19 demi keselamatan masyarakat yang ada di Kabupaten Bangka.

“Bukan kita saling bertikai tetapi bagaimana kita memikirkan nasib masyarakat kita yang ada di Kabupaten Bangka ini,” kata Mulkan. (mla)

JustForex

Related posts