Gaji Tenaga Honorer Tim Kreatif Walikota Pangkalpinang, Diaudit Inspektorat

  • Whatsapp

Wawako Akui, Gelar Sidak OPD

Wakil Walikota Pangkalpinang, Muhammad Sopian. (Foto: dok)

RAKYATPOS.COM, PANGKALPINANG – Kesenjangan penghasilan atau gaji terjadi pada tenaga honorer atau pegawai kontrak di Pemerintah Kota Pangkalpinang. Diduga, gaji para tenaga kontrak Tim Kreatif Walikota Pangkalpinang, Maulan Aklil dan beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD), lebih besar dari pegawai honorer biasa.

Bahkan, angkanya mencapai dua kali lipat dari gaji honorer yang selama ini membantu tugas para PNS di OPD Pemkot Pangkalpinang.

Menariknya, terindikasi para honorer tim kreatif  Walikota Pangkalpinang dan OPD itu ada dari kalangan oknum wartawan, pelaku stand up comedy dan lain sebagainya.

Baca Lainnya

Jika pegawai honorer biasa yang membantu PNS di kantor-kantor OPD dibayar dengan gaji Rp1,6 juta, berbeda jauh untuk honor tim kreatif yang mencapai angka Rp3 juta dan Rp4 juta perbulan.

Perbedaan lainnya, bila pegawai honorer di dinas-dinas ditetapkan wajib absensi masuk kerja pukul delapan pagi dan pulang jam empat sore, pekerja tim kreatif ini disebut-sebut tidak pernah absen dan tak pernah masuk kantor.

Sedangkan sistem penggajiannya, salah satunya masuk dalam pengeluaran Dinas Pendidikan Kota Pangkalpinang yang menggunakan dana APBD Pemkot Pangkalpinang. Dan diduga tenaga honor tim kreatif ini tidak masuk dalam daftar pegawai atau tenaga kontrak di Pemkot Pangkalpinang.

Wakil Walikota Pangkalpinang, Muhammad Sopian saat dikonfirmasi rakyatpos.com tadi malam tak menampik ada temuan tersebut. Karena itu, atas izin Walikota Maulan Aklil menurutnya, ia tadi pagi, Selasa (2/6/2020) telah melakukan sidak ke OPD-OPD guna mencari tau ada apa dan bagaimana kebenaran informasi ini.

“Sehubungan masalah tersebut, atas izin walikota, saya wakil walikota mengadakan sidak terhadap beberapa OPD antara lain di Dikbud, Perkim, Satpol PP, Bappeda, dan Bakeuda, dan didapati adanya tim kreativitas Kota Pangkalpinang di beberapa OPD,” ujarnya mengakui.

Terhadap temuan ini, ditegaskan Sopian, pihaknya tengah melakukan audit internal oleh Inspektorat pada sejumlah OPD. Termasuk memeriksa kepala dinas.

“Hal ini masih diaudit oleh Inspektur Kota Pangkalpinang, saya juga masih menunggu hasil auditnya,” tukasnya. (red)

Related posts