Efektivitas PPDB Melalui Sistem Penerimaan Peserta Didik Online

  • Whatsapp

Oleh : Sri Mardiati, S.Sos
Guru SMA Negeri 4 Pangkalpinang, Babel

Sri Mardiati, S.Sos

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di masa Coronavirus disease (Covid-19) mulai dilakukan di seluruh Indonesia. Pandemi virus Corona atau Covid-19 yang terjadi sejak empat bulan terakhir telah mengubah tatanan kehidupan di masyarakat. Begitu pula dengan sektor Pendidikan. Karena Pandemi dari virus SARS COV-2 ini belum berakhir, maka PPDB 2020 juga ikut terdampak. Ini bukan berarti mematikan langkah dalam pelaksanaan pendidikan selanjutnya. Langkah pengambilan kebijakan cepat dengan merubah system administrasi manual menjadi e-administrasi sudah dilakukan dengan didukung terbitnya Surat Edaran (SE) Menteri Pendididkan dan Kebudayaaan (Mendikbud) Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Penyebaran Covid-19. Salah satunya adalah mengatur pelaksanaan PPBD Tahun ajaran 2020 secara Online. Sistem PPDB online ini, pertama kali di Indonesia sudah dilaksanakan di Surabaya.
Pendaftaran siswa baru melalui internet di kota ini, dimulai sejak 2003. Namun tahun ini, dengan adanya Pandemi Covid-19, sistem PPDB online dilaksanakan serentak di seluruh penjuru Tanah Air mulai dari pendidikan dasar sampai universitas. Ada beberapa faktor penghambat dari PPBD online: Pertama, Waktu yang mendesak; Kedua, kurangnya pengetahuan orang tua calon peserta didik terkait dengan zonasi; Ketiga Kurangnya sosialisasi dan informasi kepada masyarakat terkait pelaksanaan PPDB online. Ini semua dapat diminimalisir dengan memperbaiki suatu system PPDB online ini.
Mentransfer produk yang sebagian kalangan masyarakat dianggap masih sulit dan baru dibandingkan cara lama sebelum pandemic, merupakan tantangan yang harus diperhatikan saat ini, bagaimana membuat system e–administrasi pengelolahan PPDB Online menjadi sebuah proses perancangan prosedural yang tertata,praktis dan sistematis. Alur PPDB online mulai dari proses pendaftaran, proses seleksi secara otomatis hingga pengumuman seleksi semua dilakukan secara online dan berbasis waktu nyata (realtime). Setidaknya ada dua tantangan yang harus mendapat perhatian, yaitu ketersediaan Sumber Daya Manusia (SDM) dan Promosi sekolah. SDM yang mampu merancang sebuah aplikasi yang prosedural tertata.praktis dan sistematis sangat dibutuhkan. SDM dalam hal inipun tentunya harus benar-benar sigap dan handal. Sigap dalam menyikapi situasi dan kondisi yang terjadi, mengingat tidak semua lapisan masyarakat melek teknologi. Dengan mempersiapkan rancangan yang dirakit harus benar-benar mampu diterima oleh segenap lapisan masyarakat yang dituju. Handal yakni dalam artian mampu menerapkan aturan PPDB sesuai prosedur yang telah ditetapkan. Dengan tetap pada aturan menggunakan jalur zonasi dengan kuota 50%, jalur afirmasi dengan kuota 15%, jalur perpindahan tugas orang tua atau wali dengan kuota 5%, dan jalur prestasi yang diambil dari sisa kuota zonasi, afirmasi, dan perpindahan tugas orang tua atau wali.
SDM yang mengelolah sistem PPDB secara online harus memiliki pembekalan yang baik. Dukungan Pustekkom dan Pemerintah Daerah setempat harus terus ditingkatkan dari yang sudah ada seperti penyediaan sistem dan aplikasi PPDB, penyediaan server dan jaringan, bimbingan teknis, serta pendampingan, sehingga e-administrasi yang sudah ada akan lebih baik lagi bahkan harus terus mengalami tahap penyempurnaan. Perancangan prosedural tertata, praktis dan sistematis akan mempermudah bagi semua siswa dan wali murid melakukan pendaftaran tanpa mengalami kendala yang berarti. Sehingga siswa, orang tua atau calon wali murid merasa terfasilitasi dengan kondisi ini. Selain itu, Penerapan Sistem PPDB Online memiliki pengaruh positif, karena system ini, terbukti memang memiliki wujud yang lebih cepat, tertib, mudah, transparan, akuntabel, efektif, efesien dan dapat menjamin proses akan berjalan sesuai prosedur. Jadi, lebih adil (fair) hal ini dapat juga mengurangi terjadinya berbagai manipulasi. Karena data yang ada di proses menggunakan teknologi berbasis web, akan langsung terekam dan terseleksi dengan baik. Artinya, sistem ini akan lebih professional.
Tantangan selanjutnya, kemampuan mempromosikan dan mensosialisasikan. Promosi dan sosialisasi berpengaruh pada calon siswa untuk paham kapan, dimana dan bagaimana harus mendaftar sekolah yang tepat untuk mereka. Sesuai dengan aturan yang ditetapkan. Promosi sekolah tidak hanya dilakukan menjelang PPDB saja, setiap proses intra maupun ekstrakurikuler sekolah tersebut, perlu dipublikasikan. Promosi dengan sistem tim marketing, kreativitas ide, chanel mencapai target, menentukan berapa jumlah siswa yang harus kita datangi, dalam menyampaikan promosi bisa juga dengan orang tua siswa. Sedangkan cara efektif promosi bisa dengan pemasangan baliho, brosur dan memanfaatkan media social (penunjukkan tim creator sekolah).
Dengan keselarasan SDM yang ada, dan dukungan promosi sekolah dengan baik, kedepannya diharapkan sistem PPDB online ini, akan lebih efektif lagi mendukung berbagai perubahan kondisi maupun keadaan yang ada.(***).

Related posts