Durian Namlung Masih Ikon Babel

  • Whatsapp
Foto ilustrasi

Siapa yang tak kenal durian Namlung Petaling atau durian cumasi, durian khas Bangka Belitung (Babel) yang sudah punya nama di kancah nasional ini, ternyata menjadi durian termahal di Indonesia, dengan harga mencapai Rp500.000 satu butir kecil.
Rasa dan kenikmatan durian dengan nama lain “Tai Babi” ini memang sudah tak diragukan lagi, selain rasa yang lezat, durian ini terkenal dengan bijinya yang kelempet, pipih dan kecil.
“Durian Bangka Belitung terkenal sangat bagus, kualitasnya sangat luar biasa, salah satu hal yang paling mahal harganya antara Rp200.00 sampai Rp400.000, ini harga termahal durian sebelum musang king, durian Namlung Petaling, rekornya masih dari Babel,” kata salah satu tim juri kontes durian Babel tahun 2020, Panca Jarot Santoso dari Balai Penelitian, Pengembangan dan Tanaman Buah (Balitbu) Kementerian Pertanian RI, Sabtu (11/1/2020).
Menjari juri dalam kontes durian Babel tahun 2020, Jarot mengaku sulit untuk menemukan pilihahan mana yang terbaik, karena semua varietas yang ikut kontes, memiliki rasa yang luar biasa.
“Bagi kami ini salah satu tugas yang sangat berat, dan jumlah kontes yang paling banyak selama ini dan saya mohon maaf waktunya sangat panjang untuk menilai karena ingin mendapatkan hasil yang terbaik,” terangnya.
Berkali-kali juri memastikan rasa dari 32 durian yang masuk ke tahap penilaian lanjutan, dari 207 peserta kontes. 32 yang masuk ini ditegaskannya adalah durian dengan kualitas super.
“Untuk menilai lomba durian ini sangat susah, sangat sulit bahkan panitia pun kesulitan menentukan, dan yang datang belum tentu yang terbaik karena bisa saja yang terbaik sebenarnya mungkin masih ada di pekarangan bapak ibu sekalian, maka menang harus disyukuri,” ingatnya.
Panca dibantu Asril dari Pusat Perlidungan Varietas dan Perizinan Pertanian Kementerian Pertanian, dan Margiana Sari dari Yayayan Durian Nusantara.
Ia berpesan bagi yang belum menang, tidak usah berkecil hati, karena durian super ini tetap menjadi yang berkualitas di Babel.
“Kita pilih yang performanya hari ini yang terbaik, yang muncul namanya justru bukan yang kita prediksi,” imbuhnya.
Dari hasil penilaian, kata dia, angka yang dihasilkan pun tak jauh berbeda, bahkan hanya selisih sedikit.
“Mungkin ada yang bilang, buahnya besar kok kalah, ya yang dinilai yaitu pertama, rasanya, kedua mengenai ketebalannya, kalau rasanya bagus ketebalannya bagus, maka dia memiliki nilai yang tinggi, terasa tebal kemudian warnanya yang menarik isinya, dan bijinya kempet, 4 kriteria inilah yang menjadi kriteria utama dalam penelitian ini walaupun di situ ada kelihatannya bagus, gemuk begitu dicicip kurang,” jelasnya.
Ia berharap, tahun-tahun kedepan durian ini diperbaiki kualitasnya dan semakin baik, dan menjadi durian khas Babel yang terdaftar di Kementerian Pertanian RI.

*Kembangkan Durian Unggul
Pemerintah provinsi kepulauan Bangka Belitung (Pemprov Babel) akan mengembangkan varietas durian unggulan, untuk dibudidaya lebih banyak, dan petani juga diuntungkan dengan mendapatkan royalti dari bibit yang dikembangkan.
Hal ini, diungkapkan Gubernur Babel, Erzaldi Rosman, disela kontes durian Babel tahun 2020, di halaman kantor gubernur Babel, Sabtu (11/1/2020). Ia menyebutkan, durian ini akan menjadi durian unggulan khas Babel.
“Setelah ini, kita ambil kebijakan menetapkan jenis durian yang memang unggul dan sesuai persyaratan,” katanya.
Petani yang memiliki durian unggul ini, akan mendapatkan royalti, misalnya Rp 10 dari setiap batang yang dihasilkan.
“Kami minta kerjasamanya, dan kami menginginkan durian kita masih perlu diperbanyak tentu dengan teknik sehingga membuat durian mudah didapat dltapi pertahankan mutu agar harga memberikan nilai tambah,” ulas Erzaldi.
32 besar durian yang masuk dalam tahap penjurian lanjutan, kata dia, merupakan durian yang berkualitas bagus.
“Yang nggak juara bukan berarti mutu buah dak bagus, bisa saja pada saat kontes karena musim jadinya kurang bagus, makanya kedepan kontes akan dilaksanakan dua kali dalam satu tahun,” imbuhnya.
Panca Jarot Santoso dari Balai Penelitian Pengembangan dan Tanaman Buah (Balitbu) Kementerian Pertanian RI, mendukung rencana gubernur untuk memperbanyak durian unggulan ini di Provinsi Babel.
“Mantap sekali kalau rencananya mau di observasi lebih lanjut untuk nanti bisa di daftarkan sebagai plasma nutfah Bangka Belitung,” katanya.
Ia pun mengaku sulit untuk memilih durian terbaik dari Babel, karena semuanya berkualitas baik dan luar biasa.(nov/6)

JustForex

Related posts