Dinsos Babel Tingkatkan Kemampuan Tenaga Pelopor Perdamaian Se-Babel

  • Whatsapp
Plt Kadinsos Babel foto bersama peserta peningkatan kapasitas dan kemampuan tenaga pelopor perdamaian Se-Babel.(foto: ist).

RAKYATPOS.COM, TANJUNGPANDAN – Antisipasi terjadinya konflik sosial yang terjadi di masyarakat mendorong Dinas Sosial Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) untuk meningkatkan kapasitas dan kemampuan tenaga pelopor perdamaian Se-Bangka Belitung (Babel).

Tujuannya, agar dapat mendeteksi segala potensi yang dapat menimbulkan bunga api konflik sosial, terlebih dalam situasi pandemi covid 19.

Read More

Plt Kepala Dinas Sosia Provinsi Babel, Yanuar saat membuka kegiatan tersebut, kemarin, mengatakan, adanya bencana sosial di masyarakat memiliki kompleksitas yang harus ditangani secara serius.

Sebab, menurut Yanuar, terdapat berbagai kepentingan dan tujuan yang jika tidak dimediasi akan menimbulkan konflik.

Untuk menjadi orang yang dapat menyelesaikan konflik, dikatakannya, pelopor perdamaian dituntut untuk memiliki pemikiran yang terbuka, tidak hanya berpikir dari satu sisi, tetapi juga harus berpikir dari sisi kelompok yang dihadapinya. Peran ganda inilah yang harus dilakoni tanpa mengabaikan prinsip-prinsip sebagai pekerja kemanusiaan.

Kemampuan untuk mengembangkan komunikasi dengan tokoh-tokoh agama, tokoh masyarakat, dan para tetua dilingkungan daerah masing-masing, memperbanyak sosialisasi, ditambahkannya, merupakan trik yang manjur dan mujarab dalam memecahkan konflik di masyarakat.

Ardiansyah Lubis selaku Kasi Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial Provinsi Babel dalam laporannya mengharapkan, melalui kegiatan yang berlangsung sejak 21 hingga 23 Oktober ini, kemampuan pelopor meningkat.

“Pemantapan pelopor perdamaian kali ini, kita harapkan akan meningkatkan kemampuan mitigasi dan kecepatan para pelopor perdamaian untuk mendeteksi secara akurat potensi terjadinya konflik di daerah tempat mereka bekerja, mereka harus bisa merangkul segala potensi lokal untuk mencegah terjadinya konflik demi terciptanya kedamaian daerah,” ujar Ardiansyah di Tanjungpandan, Belitung.

Masih kata dia, kemampuan memahami kearifan lokal juga salah satu titik dimana persoalan dapat dituntaskan melalui pendekatan adat dan kebiasaan setempat secara musyawarah.(rel/3).

Related posts