Dinamika Kesehatan Masyarakat di Tengah Covid-19

  • Whatsapp
Nopa Laura
Mahasiswi FISIP Universitas Bangka Belitung

Desember 2019, dunia digencarkan oleh virus yang muncul di Wuhan, Provinsi Hubei, China. Virus ini dikenal dengan Coronavirus  Disease 2019 (Covid-19), yang telah menjadi momok menakutkan di seluruh dunia. Perkembangan yang sedemikan cepat menimbulkan kekhwatiran bagi setiap masyarakat di penjuru dunia. Tercatat pada tanggal 3 April 2019 yang disampaikan oleh Idhom dalam tirti.id bahwa jumlah kasus positif Covid-19 di seluruh dunia telah menembus 1 juta kasus. Berdasarkan data update yang ditampilkan laman CSSE Johns Hopskin University per pukul 17.00 WIB, jumlah kasus posistif Covid-19 di dunia sudah sebanyak 1.018.948 pasien. Dari jumlah tersebut, 53.975 pasien Covid-19 di seluruh dunia telah meninggal dunia dan 217.433 orang sudah berhasil sembuh dari penyakit yang dipicu oleh virus corona baru (SARS-CoV-2). Amerika Serikat, Spanyol dan Italia menjadi negara dengan kasus Covid-19 terbanyak. Salah satunya Indonesia menjadi negara kesekian yang terpapar Corona pada maret 2020. Tercatat pada 4 April 2020 disampaikan oleh CNN Indonesia bahwa sebanyak 2.092 Kasus, 191 meninggal dan 150 Sembuh.

Oleh karena itu, Indonesia dalam kurun waktu dua bulan ini dihujani dengan berbagai imbauan dalam menjaga kesehatan dan memutuskan mata rantai virus yang terus berkembang. Mulai dari lockdown, social disctancing dan physical distancing. Kemudian masyarakat diwajibkan untuk di rumah saja, dengan putusan dari Menteri Pendidikan untuk diliburkan semua kegiatan pembelajaran yang dialihkan secara online atau pun daring. Dianjurkan untuk menjaga kesehatan, kebersihan dan menjaga jarak satu sama lain. Pedoman Umum Kesiapsiagaan Menghadapi Middle East Respiratory Syndrome-Corona Virus (MERS-CoV) menyampaikan bahwa strategi yang yang diperlukan dalam menghadapi Covid-19 yaitu mulai dari, penguatan koordinasi lintas program dan lintas sektor, advokasi dan sosialisasi, surveilans di pintu masuk ke Indonesia, surveilans di pelayanan kesehatan dasar dan rumah sakit, penguatan jejaring labolatorium, komunkasi risiko/KIE, penguatan kapasitas, tata laksana kasus, dan pengendalian infeksi.

Read More

Namun, dibalik berbagai strategi dan pencegahan yang ditawarkan oleh berbagai pihak kesehatan dan pemerintah untuk pencegehan secara cepat. Pemerintah juga membekalkan berbagai pengetahuan untuk masyarakat agar tidak panik dan fokus dalam menjaga kesehatan. Upaya yang dilakukan untuk siaga dalam menjada kondisi daya tahan tubuh dan selalu cuci tangan. Dinamika kesehatan masyarakat secara kasat mata dapat dilihat dalam memetakan situasi dan kondisi yang “membingungkan” banyak kalangan. Mulai dari mengurangi kebiasaan dan aktivitas yang berlebihan dengan meminimalisir interkasi antara satu dengan lainnya.

Polemik Covid-19 juga mengupayakan agar masyarakat dalam mengisolir diri sehingga bisa menyelamatkan banyak orang. Masyarakat banyak yang mengkhawatirkan kondisi masing-masing antara individu satu dengan yang lain. Terciptanya lingkungan dengan situasi yang cukup menegangkan menuntut masyarakat memperhatikan situasi serius, namun belum terjadi suatu kejadian kedaruratan kesehatan masyarakat. Tetapi dalam hal ini, perlu yang diperhatikan oleh masyarakat bahwasannya kondisi kesehatan masyarakat akan baik-baik saja dengan memperhatikan klaster pneumonia dalam periode 14 hari, dan menjaga kesehatan untuk menjaga daya tahan tubuh dengan baik. Negara saat ini membutuhkan kerja sama yang baik antara masyarakat untuk melawan Covid-19.(***).

JustForex

Related posts