Dilema Nikah di Era Covid-19

  • Whatsapp
Eqi Fitri Marehan
Mahasiswa Stisipol Pahlawan 12

Pemerintah sudah mengeluarkan sejumlah imbauan untuk mencegah penyebaran virus corona semakin meluas. Warga diminta menghindari keramaian yang berpotensi terjadi penyebaran virus corona. Work from home (WFH) atau bekerja di rumah dan social distancing atau menjaga jarak antara yang satu dengan yang lain semakin gencar disosialisasikan. Warga diminta tidak keluar rumah jika tidak ada urusan mendesak. Meski demikian, pemerintah tidak bisa melarang kegiatan warga yang melibatkan banyak orang.

Penyebaran virus Corona semakin meluas, hingga kini tercatat ada lebih dari 12.776 kasus, 9465 pasien sedang dalam masa perawatan, 930 pasien dinyatakan meninggal, dan 2381 pasien dinyatakan telah sembuh, orang yang positif terkena virus Corona di Indonesia. Karenanya pemerintah mengimbau masyarakat untuk melakukan social distancing untuk memutus penyebaran virus Corona agar tak semakin luas. Hal ini tentu saja berdampak signifikan bagi banyak orang, tak terkecuali mereka yang akan melangsungkan pernikahan dalam waktu dekat.

Tak sedikit calon pengantin yang akhirnya harus berat hati menunda atau membatalkan pesta pernikahan karena ditakutkan penyebaran virus Corona semakin meluas. Terlebih jika tamu-tamu yang hadir berasal dari daerah-daerah yang sudah terjangkit dengan virus Corona. Pastilah sangat membahayakan bagi banyak orang.

Lalu, haruskah kamu menunda atau membatalkan pesta pernikahanmu selama wabah virus Corona? Setiap pesta pernikahan tentunya berbeda. Namun, kamu harus memperhatikan tempat diadakannya pesta pernikahan apakah di dalam ruangan atau di luar ruangan? Lalu, jumlah tamu undangan yang tinggal di sekitarmu atau dalam kota dan tamu undangan dari luar kota. Hal ini penting untuk mengidentifikasi kemungkinan penyebaran virus Corona saat pesta pernikahan berlangsung.

Baca Lainnya

Menurut Bernadette Chapman, seorang pemilik UK Alliance of Wedding Planners, dilansir dari Dailyrecord, menyarankan para calon mempelai untuk mengkonfirmasi jejak bepergian mereka. Misalnya, apakah mereka bepergian ke tempat-tempat yang terkontaminasi virus Corona selama 14 hari terakhir? Selanjutnya, tanyakan pada pihak venue apakah akan ada kompensasi berupa pengembalian uang apabila kamu membatalkan atau mengubah tanggal pernikahan?

Apabila pernikahanmu akan dilangsungkan dalam waktu 14 hari mendatang, maka kamu harus segera membuat keputusan. Dan penting bagi mempelai untuk membaca kontrak sebelum menandatangani kesepakatan. Karena pengembalian uang berdasarkan dengan kontrak yang kamu setujui. Jika di dalam kontrak dijelaskan tidak boleh membatalkan pernikahan atau uang akan hangus jika membatalkan pernikahan, maka kecil kemungkinannya kamu mendapatkan uangmu lagi.

Meski begitu, bagi kamu yang muslim masih bisa melangsungkan pernikahan dengan cara ijab kabul di rumah. Kamu hanya perlu membayar Rp600 ribu untuk biaya transport dan profesi penghulu di KUA. Keintiman saat ijab jadi lebih terasa, karena kamu hanya mengundang keluarga besar.

Semoga saja pandemi virus corona ini segera berakhir, sehingga masyarakat bisa segera beraktivitas kembali seperti biasa. Sementara itu, untuk kamu yang tidak punya kepentingan mendesak keluar rumah, sebaiknya tetap di rumah. Jaga diri, jaga keluarga dan orang sekitar.(***).

Related posts