Didit: Kalau Ada Kader yang Minta Jatah Proyek, Silahkan Keluar dari PDIP

  • Whatsapp
Didit Srigusjaya

PANGKALPINANG – Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Didit Srigusjaya mengingatkan, para kader banteng moncong putih untuk bekerja melayani dan membantu berbagai permasalahan yang ada di masyarakat.

Hal ini sesuai dengan intruksi Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno Putri, pada kegiatan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) beberapa waktu lalu.

“Bahwa bagi Partai PDI Perjuangan itu pertama, beliau mengharapkan agar kader-kader itu memang benar-benar turun ke masyarakat dalam arti kata memahami, menyelesaikan masalah-masalah masyarakat,” kata Didit kepada wartawan, Senin (13/1/2020).

Peringatan keras tersebut, diungkapkan Didit, khususnya ditujukan kepada para kader PDIP yang menduduki kursi di legislatif maupun eksekutif.

Baca Lainnya

” Masyarakat harus merasakan ada sentuhan dari kader yang menjadi anggota dewan, maupun eksekutif mempunyai peranan dalam menyelesaikan masalah ini,” ujarnya.

Selain itu, disampaikan Didit, Ketum PDIP juga memberikan peringatan keras agar para kadernya tidak menjual nama partai untuk kepentingan pribadi.

“Artinya jangan coba-coba ada kader yang menjual nama partai untuk kepentingan pribadi,” tegasnya.

Untuk di Babel sendiri, Didit mengaku, belum mendengar adanya informasi, jika ada para kadernya yang menjual nama partai untuk kepentingan pribadi.

“Kalau saya belum pernah dengar sama sekali di telinga saya, ada kader-kader PDIP khususnya di Babel yang menjual nama partai minta proyek, minta itu untuk kepentingan pribadi,” ungkapnya.

“Jika memang ada terbukti, ya mending keluar dari PDI Perjuangan, sesuai dengan instruksi dari Ketua Umum,” tukasnya. (ron/7)

Related posts