Dewan Nilai Penanganan Covid-19 di Basel Lamban

  • Whatsapp

 

Wendy

 

Read More

TOBOALI – Ketua Fraksi Demokrat Persatuan Pembangunan Wendy prihatin melihat penanganan Covid-19 yang dilakukan Pemkab Basel saat ini. Menurutnya, anggaran sudah disetujui namun pengadaan alat kesehatan sangat lamban, sehingga timbul inisiatif penggalangan dana dari pihak RSUD dan puskesmas yang seolah menampar keras Pemkab Basel termasuk DPRD Basel.

 

“Seolah olah kita tdk perduli. Di sisi lain posko pengamanan titik masuk, dan posko terpadu hanya wacana, tanpa berjalan sebagaimana mestinya. Masyarakat butuh gerakan yang nyata bukan hanya wacana, karena keadaan ini sangat mendesak. Yang di dengar hanya rapat terus penanganan covid19, tetapi pelaksanaan di lapangan tidak ada” sesal Wendy dalam rilisnya, Senin (6/4/2020).

 

Ia mengingatkan Basel sudah zona merah, dan jangan terkesan main main dalam penanganannya. “Contohlah tetangga kita, meski masih hijau, tapi pemerintah sangat proaktif dalam penanganan. Tadi saya meninjau Posko Terpadu, dan sangat saya sesalkan, sangat asal asalan, tidak ada informasi apapun yang bisa saya dapatkan tentang covid 19 ini, jadi buat apa di buat posko ini. Tempat karantina pun tidak di sediakan, buat yang ODP maupun PDP lebih baik dikarantina dulu. Info yang kami dapatkan, Kadis kesehatan pun yang mempunyai peran penting pun masih pulang ke Pangkalpinang, padahal waktu rapat bersama, kami telah meminta untuk pejabat pengambil keputusan diharapkan berada di tempat dalam waktu sekarang ini. Ingat ini pertaruhan nyawa, terutama para medis, dan pikirkan juga masyarakat yang terdampak dari pandemi ini” kata Wendy.

 

Ia menambahkan, Fraksi Demokrat Persatuan Pembangunan telah menyampaikan ke pimpinan untuk memanggil kembali pejabat yang terkait, untuk menanyakan alasan apalagi yang menyebabkan penanganan ini sangat lamban” pungkasnya. (raw)

JustForex

Related posts