Dampak PSBB Terhadap Pengiriman Barang Logistik

  • Whatsapp
Yuni Ayu Izma
Mahasiswa STISIPOL PAHLAWAN 12 Sungailiat, Bangka, Babel

Di tengah Pandemi Coronavirus desease 2019 (Covid-19) yang belum usai, Pemerintah kembali mengeluarkan berbagai kebijakan untuk mempercepat penularan Covid-19. Salah satu kebijakan yang masih bertahan sampai saat ini, berupa penerapan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di sejumlah wilayah daerah berzona merah. Adanya Pelaksanaan PSBB itu sendiri berjalan selama masa inkubasi terpanjang dan dapat diperpanjang jika masih terdapat bukti meningkatnya kondisi penyebaran Covid-19.

Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan No.9/2020 tentang Pedoman Pembatasan Sosial Berskala Besar, dalam rangka mempercepat penanganan Covid-19, ada beberapa kegiatan seperti berinteraksi secara langsung dengan orang lain yang harus dibatasi, dikarenakan rentannya peningkatan penularan Covid-19.

Terdapat Pasal 12 dalam beleid yang menjelaskan bahwa PSBB telah ditetapkan oleh Menteri, maka Pemerintah Daerah wajib melaksanakan dan memperhatikan setiap ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, termasuk secara konsisten harus mensosialisasikan pola hidup bersih dan sehat kepada masyarakat. Namun dalam hal pelaksanaan PSBB meliputi adanya peliburan sekolah atau belajar secara online (daring) dikarenakan berada di rumah saja, memastikan terhindar dari wabah pandemi covid-19. Instansi Pemerintah dan Swasta pun juga menerapkan pola kerja dari rumah atau yang dikenal dengan istilah work from home (WFH). Kemudian ada pembatasan kegiatan beribadah yang dilakukan di rumah masing-masing, pembatasan kegiatan di tempat atau fasilitas umum, pembatasan kegiatan sosial dan budaya, serta pembatasan moda transportasi, dan pembatasan kegiatan lainnya. Khusus terkait aspek pertahanan dan keamanan dikecualikan.

Sejak diterapkannya kebijakan PSBB, perekonomian masyarakat mengalami penurunan, termasuk dinbidang kasa pengiriman barang Logistik. Padahal bidang logistik merupakan salah satu bidang penunjang ekonomi masyarakat yang cukup diandalkan, seperti jasa pengirimkan barang pesanan secara online yang dikirimkan dari satu daerah menuju daerah lain. Namun, atas pemberlakuan kebijakan PSBB, membuat distribusi barang-barang logistik menjadi terhambat.

Baca Lainnya

Dari data yang dilansir dari CNBC Indonesia pada 2020, Wakil Ketua Umum Asosiasi Logistik Forwarder Indonesia (ALFI) DKI Jakarta Bidang Angkutan Darat dan Perkeretaapian, Ian juga Sudiana mengatakan, walaupun dalam sektor logistik pada masa PSBB ini masih memiliki pengecualian, dari berbagai sisi arus pengiriman barang dari dalam negeri maupun skala ekspor mengalami penurunan. Dalam hal ini, kata Ian, disebabkan sejumlah sektor yang masih melakukan penutupan sementara. Tidak itu saja, beberapa negara yang menganut lockdown juga berdampak besar terhadap sektor logistik barang itu sendiri. Sehingga untuk melakukan distribusi barang ke luar negeri harganya tidak naik, meski dikecualikan PSBB, karena ekspor impor merasa terganggu dengan negara luar yang masih lockdown. Ditambah lagi toko/mall masih tutup yang kini menyebabkan daya beli mengalami penurunan.

Jika pengiriman barang antar kota atau antar daerah saat ini dilakukan, dan pembatasan sosial berskala besar masih terus diberlakukan, pengiriman barang-barang akan tetap terganggu. Pengiriman barang antar daerah yang dipesan lewat e-commerce tetap terhambat dengan diterapkannya PSBB, karena akses ke sejumlah daerah ditutup, walaupun Paxel, JNE hingga J&T menerapkan strategi khusus, karena sebagian dari maskapai penerbangan menghentikan sementara waktu layanannya akibat Covid-19 ini.

Yang jelas, selagi pandemi Covid-19 belum usai, dan Kebijakan Pemberlakuan PSBB masih dilaksanakan, maka hambatan terhadap pengiriman barang logistik atau lainnya tetap terjadi. Oleh karena itu, kita sama-sama berdoa agar wabah mematikan ini segera sirna dari muka bumi ini, sehingga semua aktivitas kita, termasuk pengiriman barang logistik yang menjadi salah satu penopang perekonomian masyarajat ini bisa normal seperti sedia kala. Kemudian, jangan lupa kita semua secara bersama-sama mengikuti anjuran pemerintah untuk memperhatikan protokol kesehatan di tengah Covid-19 ini, dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat, mencuci tangan pakai sabun setiap selesai beraktivitas, menjaga jarak minimal 1 meter antar sesama, menghindari perkumpulan orang, tetap di rumah, dan gunakan masker saat di luar rumah.(***).

Related posts