Dampak Covid-19, Pedagang di Beltim Kehilangan Omset Hingga 60 Persen

  • Whatsapp
Gubernur dan Kapolda saat mendengarakn keluhan para pedagang di Pasar Lipat Kajang, Manggar, Beltim.(foto: istimewa).

RAKYAT POS.COM, MANGGAR – Dampak mewabahnya Covid-19 dirasakan langsung oleh para Pedagang Pasar yang ada di Kabupaten Belkitung Timur (Beltim), Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel). Omset harian para pedagang di Pasar Beltim, menurun drastis.

Data dari Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Perdagangan Kabupaten Beltim, menyatakan pedagang Beltim kehilangan omset hingga 60 persen lebih.

Read More

Para pedagang di Pasar Lipat Kajang Manggar biasanya memperoleh omset per hari rata-rata Rp 3.600.000 saat sebelum adanya COVID 19. Namun saat COVID ini harus menerima omset per hari Rp 1.440.000.

Kondisi yang sama dialami oleh pedagang yang di Pasar Tradisonal Laskar Pelangi Gantung, dari semula Rp 3.400.000 menjadi Rp 1.360.000. Begitu pula yang di Pasar Kelapa Kampit dari Rp 3.350.000 menjadi Rp 1.340.000

“Omset sebelum COVID 19 itu dihitung sejak 2 Februari hingga 2 Maret 2020. Sedangkan untuk sesudah COVID 19 terhitung sejak 3 Maret hingga 2 April 2020,” jelas Kepala Bidang Perdagangan DPMPTSPP Kabupaten Beltim, Asep Suhayanto.

Bukan hanya pedagang pasar, omset para pelaku UMKM binaan di bawah DPMPTSPP juga terkena imbasnya. “Pedagang bakso keliling dari Rp 2 juta menjadi Rp 1 juta. Begitu juga di pusat jajajan sederhana dari Rp 3 juta menjadi hanya Rp 800 ribuan,” ungkap Asep.

Selain turunnya jumlah omset yang diterima, jumlah pedagang yang masih berdagang di tiga pasar yang ada di Kabupaten Beltim juga ikut berkurang. Dari total 622 pedagang sebelum COVID, menjadi hanya 415 pedagang.

“Terjadi pengurangan aktivitas berdagang karena turunnya omset. Jumlah pedagang yang berkurang saat kondisi Corona dikarenakan ada yang hari jualannya dikurangi dari 7 hari menjadi 5 hari saja,” jelas Asep.

Asep menyakinkan jika seluruh pedagang yang terdaftar akan segera didata untuk mendapatkan bantuan stimulus permodalan.

 

Gubernur Janjikan Bantuan Stimulus Ekonomi

Gubernur Babel, Erzaldi Rosman terharu dan prihatin saat mendengarkan keluhan para pedagang di Pasar Lipat Kajang Manggar, Rabu (8/4/2020).

Salah seorang pedagang bahkan sempat meneteskan air matanya ketika menuturkan pendapatannya yang jauh berkurang dan sepinya pembeli di pasar.

Erzaldi pun menjanjikan dalam waktu dekat ini para pedagang, pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) dan Industri Kecil Menengah di Provinsi Babel akan segera menerima bantuan stimulus ekonomi. Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Perdagangan Kabupaten Belitung Timur akan segera mendata pedagang yang terdampak.

“Sabar ya bu, pemerintah akan memberikan bantuan. Nanti ibu dengan pedagang kecil lainnya akan didata biar dapat bantuan,” ucapnya menenangkan pedagang sayur yang curhat dengannya.

Menurut Erzaldi, kondisi ekonomi lesu akibat COVID-19 bukan hanya terjadi di Provinsi Babel, namun juga di seluruh dunia. Untuk itu, ia ingin agar program bantuan stimulus ekonomi dapat segera dikucurkan kepada yang membutuhkan.

“Kalau untuk UMKM dan IKM nominalnya belum tahu, ada perhitungan tersendiri. Namun tentunya ini harus didata dengan baik dan benar agar bantuan ini dapat benar-benar diterima oleh orang-orang yang perlu dibantu,” kata Erzaldi.

Selain bantuan stimulus ekonomi bagi UMKM dan IKM, Pemerintah akan memberikan bantuan langsung tunai bagi masyarakat ekonomi kecil yang terdampak.

“Kalau bantuan untuk masyarakat sekitar Rp 620.000 untuk tiap Kepala Keluarga. Nanti yang dapat sesuai dengan basis data terpadu,” ujar Erzaldi, didampingi Kapolda Babel Brigjen Anang Syarif Hidayat dan Bupati Beltim, Yuslih Ihza, Wakil Bupati Burhanuddin serta Forkopimda.(yan/kmf/3).

JustForex

Related posts