COVID-19 dan Kecemasan Akademik Peserta Didik

  • Whatsapp

Oleh: Nopia Elpemi – Mahasiswa Prodi Bimbingan dan Konseling IAIN SAS BABEL

Wabah Virus Corona atau Covid-19 telah menyebar ke banyak negara di dunia, tidak terkecuali Indonesia. Beberapa negara telah menetapkan lockdown, tetapi Indonesia belum menetapkannya, hanya beberapa daerah melakkan kebijakan menutup akses masuk wilayahnya. Selain itu, Covid-19 juga berdampak pada sendi kehidupan manusia lainnya, mulai dari kesehatan, ekonomi, transportasi, infrastruktur, dan tidak terkecuali pendidikan. Pemerintah Indonesia menetapkan lembaga pendidikan untuk melaksanakan sistem pembelajaran daring di rumah atau work from home yang disingkat WFH dan membatalkan pelaksanaan Ujian Nasional (UN). Pembelajaran daring dan pembatalan UN tersebut dilaksanakan dalam rangka keselamatan dan sebagai upaya untuk memutuskan rantai penyebaran Covid-19. Selain itu juga anjuran untuk tetap berada dirumah serta melaksanakan social distancing.

Pembelajaran daring dengan penugasan disertai deadline pengumpulan, bisa menyebabkan permasalahan baru. Hal tersebut ditambah lagi banyak sekolah yang belum pernah sama sekali melaksanakan pembelajaran daring di sekolah. Bahkan pada awal penerapan sistem tersebut, KPAI sudah menerima aduan terkait pembelajaran daring. Aduan tersebut berasal dari siswa dan orang tuanya. Pangkalpinang (Bangka Belitung) merupakan salah satu wilayah yang menjadi tempat asal pengaduan. (kompas.com; 20 Februari 2020).

Pelaksanaan yang mendadak serta baru pertama bagi beberapa sekolah dapat menyebabkan permasalahan baru, terutama bagi peserta didik. Peserta didik yang harus berada di rumah dengan pembelajaran daring dan penugasan seperti berada di sekolah serta pengumpulan yang dibatasi dapat menjadi dorongan peserta didik mengalami kecemasan akademik ditambah dengan fasilitas yang kurang memadai dan tidak adanya pendampingan ketika belajar daring.

Baca Lainnya

Kecemasan (anxiety) merujuk kepada keadaan emosi yang menentang atau tidak menyenangkan yang meliputi interpretasi subjektif dan aurosal atau rangsangan fisiologis (misalnya bernapas lebih cepat, jantung berdebar-debar, dan berkeringat). Adapun kecemasan akademik merupakan reaksi diri yang merasa tidak mampu untuk melakukan berbagai aktivitas dalam bentuk akademik. Adapun aktivitas akademik meliputi presentasi, mengerjakan tugas, dan sebagainya. Kecemasan akademik termasuk dalam state anxiety yaitu kecemasan yang bersifat temporer atau timbul pada situasi tertentu dan terhadap situasi yang spesifik. (Ahmad Susanto, 2018;298).

Related posts