Burung Serindit Melayu Gagal Diselundupkan ke Jakarta

  • Whatsapp

RAKYATPOS.COM, PANGKALPINANG – Petugas Karantina Pertanian Pangkalpinang wilayah kerja Pelabuhan Pangkal Balam, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) berhasil menggagalkan penyelundupan sebanyak 5 ekor Burung Serindit pada Rabu (8/7).

Tindakan karantina penahanan terhadap media pembawa Burung Serindit oleh petugas ini saat melakukan pengawasan proses muat KM. Elsadai di Pelabuhan Pangkalbalam.

Petugas menemukan burung yang diangkut dengan menggunakan truk ekspedisi dan rencananya akan dibawa ke Jakarta melalui Pelabuhan Tanjung Priok.

Baca Lainnya

Kepala Balai Karantina Pertanian Pangkalpinang, drh. Saifuddin Zuhri menjelaskan bahwa Burung Serindit merupakan salah satu jenis satwa dilindungi sesuai dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 tentang Jenis Tanaman dan Satwa yang dilindungi.

“Burung Serindit adalah salah satu burung yang mempunyai paruh bengkok dan ukuran tubuh yang kecil. Salah satu jenisnya, yaitu Burung Serindit melayu (Loriculus Galgulus) yang memiliki warna dominan hijau dan merah pada bagian ekornya,” ulas Saifuddin kepada rakyatpos.com, Kamis (9/7/2020).

Sedangkan pada Burung Serindit melayu yang jantan mempunyai mahkota yang berwarna biru pada bagian kepalanya.

Ia menegaskan, penyelundupan Loriculus Galgulus ini diduga telah melanggar Undang-undang Nomor 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan dalam pasal 35 ayat (1).

“Setiap media pembawa termasuk satwa liar yang akan dilalulintaskan, wajib dilengkapi dokumen karantina sertifikat kesehatan hewan (KH-11) dari tempat pengeluaran, melaporkan dan menyerahkan pada pejabat karantina untuk keperluan tindakan karantina, pengawasan dan / atau pengendalian,” tegas Kepala Karantina.

Selain itu, Saifuddin juga menegaskan, tindakan pemilik dapat dijerat Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya dengan ancaman pidana penjara paling lama lima tahun dan denda paling banyak seratus juta rupiah.

Untuk itu, Pihaknya juga menghimbau kepada semua pihak yang ingin melalulintaskan hewan dan produknya serta tumbuhan dan produknya untuk melaporkan kepada Karantina Pertanian di pintu pemasukan dan pengeluaran yang sudah ditetapkan untuk dilakukan tindakan karantina.

“Mari bersama kita jaga kelestarian alam di Indonesia,” pungkasnya. (bis)

Related posts