Belajar Hal Baru dari Covid-19

  • Whatsapp
Agus Purnama
Analis Kelembagaan (Pelaksana Sub Bagian Umum) Disbudpar Prov. Kep. Babel

Sejak menyebarnya infeksi Coronavirus Disease 2019 atau yang biasa disebut COVID-19, dan pertama kali ditemukan di Kota Wuhan, Tiongkok pada akhir Desember 2019, virus ini menular dengan sangat cepat, dan telah menyebar ke hampir semua negara di dunia, termasuk Negara Kesatuan Republik Indonesia. Bahkan hingga tanggal 4 Juni 2020, dari data covid19.go.id, jumlah orang yang positif Covid-19  di Indonesia telah menembus angka 28.818.

Penyebaran COVID-19 yang begitu cepat, tentu saja seluruh umat manusia hampir di tiap negara tersentak dan dibuat cemas bahkan panik yang luar biasa. Dalam hitungan bulan organisasi kesehatan dunia World Health Organization (WHO) langsung menetapkan COVID-19 sebagai pandemi yang melanda dunia. Menghadapi hantaman pandemi COVID-19 ini, sejumlah negara pun langsung menerapkan kebijakan untuk memberlakukan lockdown atau karantina wilayah/Negara, kemudian ada yang memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam rangka mencegah penyebaran COVID-19 seperti Indonesia.

Perlu kita ketahui, virus corona adalah kumpulan virus yang bisa menginfeksi sistem pernafasan ringan, seperti flu. Namun, virus ini juga bisa menyebabkan infeksi pernapasan berat, seperti infeksi paru-paru (pneumonia) yang berujung pada kematian manusia jika tidak segera ditangani oleh dokter atau tenaga medis.

Untuk di Indonesia yang merupakan negara kepulauan terbesar di dunia dengan 34 Provinsi dan 514 Kabupaten/Kota, wabah COVID-19 tentu saja telah menjadi bencana nasional non alam yang harus segera tertangani. Jika Pemerintah dan seluruh elemen masyarakat tidak bersatu padu dan bergotong royong guna memutus mata rantai penyebaran COVID-19, maka akan berdampak buruk pada multi sektor di seluruh wilayah NKRI.

Baca Lainnya

Pandemi COVID-19 menuntut seluruh lapisan masyarakat mulai dari warga perkotaan hingga ke pelosok desa mulai menerapkan hal-hal baru dalam tataran kehidupan sehari-hari, seperti membiasakan memakai masker, mencuci tangan pakai sabun selama 20 detik atau hand sanitizer, menjaga jarak fisik (physical distancing). Selain itu, muncul juga hal-hal baru lainnya, seperti istilah Work From Home atau bekerja dari rumah, rapat virtual (virtual meeting) dengan memanfaatkan kemajuan teknologi melalui inovasi manusia di era modern. Tanpa kita sadari, COVID-19 telah membuat kita harus melek hal-hal baru tidak hanya terkait teknologi, namun yang paling utama adalah kesehatan, dan tentu saja secara tidak langsung telah menaikkan level kedisiplinan kita dalam urusan kesehatan diri sendiri maupun orang lain.

Related posts