Babel Diminta Lockdown, Erzaldi: Presiden yang Putuskan

  • Whatsapp
219 ODP – Ketua Tim Gugus Tugas Pencegahan dan Antisipasi Covid-19 Provinsi Babel, Mikron Antariksa dalam konferensi pers di Posko Gugus Tugas Ruang VVIP eks Bandara Depati Amir Bangka tadi malam mengatakan belum ada warga Babel yang positif terinfeksi Covid-19, namun sudah 219 ODP, dengan 19 orang PDP di Babel. (Foto: Roni Bayu)

PANGKALPINANG – Ramainya komentar dan harapan di media sosial yang meminta Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman Djohan mengambil langkah tegas menutup semua pintu masuk dan keluar orang, mengingat sejumlah provinsi telah masuk dalam zona merah penyebaran Virus Corona atau Covid-19, sudah disikapi oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Babel.

Gubernur mengaku Pemprov Babel telah menyurati Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk tujuan menutup pintu masuk, dan telah diteruskan ke Presiden. Namun ia menegaskan, kewenangan lockdown bukan pada dirinya tetapi langsung Presiden.

Read More

“Lockdown itu hanya Presiden yang memutuskannya. Kita sudah bersurat ke BNPB untuk melakukan itu dan diteruskan ke Presiden,” ungkap Erzaldi kepada Rakyat Pos, tadi malam, Rabu (25/3/2020).

Untuk menunggu balasan surat tersebut dan melihat perkembangan pemerintah pusat terhadap penyebaran virus Corona, karena itu gubernur mengatakan langkah sementara yang dapat dilakukan di daerah adalah mengantisipasi, memperketat dan menahan orang untuk masuk ke Provinsi Babel serta dengan cara social distanting.

“Jadi kita menganitipasinya dengan menahan orang untuk masuk dan melarang orang untuk beraktivitas yang tidak perlu, serta jaga jarak antar sesama harus betul betul disosialisasikan. Tolong bantu sama-sama kita berikan penjelasan dengan masyarakat biar lebih masif dukungannya,” jelas Erzaldi.

Mengenai social distancing dan menahan diri di rumah, gubernur bahkan ikut memberikan contoh. Selama 14 hari kedepan, ia mengisolasi dirinya sendiri sekaligus untuk beristirahat, meski tetap bekerja dari rumah.

Aktivitas yang padat, ditambah harus hilir mudik memantau perkembangan penyebaran virus Corona atau Covid-19 di seluruh Provinsi Babel, diakui membuat staminanya ikut terkuras. Lantaran kelelahan, kini gubernur diminta untuk beristirahat oleh tim medis.

“Kemaren kecapekan, pagi-pagi periksa dengan dokter cek darah dan lain-lain langsung diminta istirahat. Karena istri di Jakarta dan anak-anak pada di rumah, jadi isolasi diri di rumah di Jakarta 14 hari,” kata Erzaldi.

Mengenai pekerjaan, gubernur mengaku tetap bekerja meski berada di rumah sambil mengisolasi diri. Ia mengajak masyarakat Babel juga melakukan isolasi diri sendiri selama 14 hari untuk menekan penyebaran virus Covid-19 di Provinsi Babel.

“Jadi begawe (kerja-red) di rumah bai. Saya juga mengisolasi diri, di rumah bai (saja-red), begawe di rumah. Jadi saya mengajak masyarakat Babel untuk dirumah bai sementara waktu mengisolasi diri masing-masing, guna menekan penyebaran virus Corona ini. Kita percayakan kepada Tim Gugus Tugas (Satgas) untuk bekerja,” jelasnya.

Selain kepada masyarakat, Erzaldi meminta peran media dan wartawan untuk membantu pemerintah mengkampanyekan #dirumahbai sementara guna memberi kesempatan pemerintah menangani pencegahan penyebaran virus Corona.

“Tolong bantu sama-sama kita berikan penjelasan kepada masyarakat biar lebih masif dukungannya. Terima kasih media sudah peduli dan memang ini harus kita lakukan bersama-sama. Jadi kita push untuk dirumah bai masyarakat kita. Keluar kalau perlu, sementara satgas bekerja,” tandasnya. (ahy/1)

Related posts