Angka Kesembuhan Covid-19 di Babel Alami Penurunan

  • Whatsapp
Juru Bicara GTPPC-19 Babel, Andi Budi Prayitno saat menunjukan data kasus Covid-19 dan jumlah kesembuhan di Babel. . (Foto: Ist/Nurul Kurniasih)

RAKYATPOS.COM,PANGKALPINANG-Juru bicara Satuan Tugas Covid-19 Pusat Pengendalian dan Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Babel Andi Budi Prayitno (ABP) menyebutkan, dalam dua hari terakhir ini jumlah pasien COVID-19 yang sembuh jumlahnya mengalami sedikit penurunan.

Persentase tingkat orang yang selesai isolasi dan dinyatakan sehat dari Covid-19 di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung awalnya di angka 84,36%, kini mengalami penurunan ke angka 83,05%. Dengan demikian orang yang masih atau sedang dalam perawatan dan penanganan dipersentasikan 15,68%, dengan akumulasi kematian yang terkonfirmasi Covid-19 berada di angka *1,29%.

Read More

“Ada sedikit penurunan, termasuk adanya dua orang terkonfirmasi prositif dari Pangkalpinang,” kata pria yang akrab disapa ABP dalam keterangan tertulis kepada Rakyat Pos, Kamis (26/11/2020).

Menurutnya, masih terpaparnya sejumlah orang akibat Covid-19 sudah barang tentu menjadi keprihatinan semua pihak, sekaligus juga menjadi catatan khusus yang kian mengafirmasi bahwa penyebaran dan penularan virus Corona belum berakhir.

“Ini menjadi perhatian serius, kita harus meningkatkan kewaspadaan khususnya terkait beberapa kasus Covid-19 dan tak bisa dimungkiri yakni terpaparnya pelaku perjalanan baik untuk kepentingan dinas maupun umum yaitu orang yang melakukan perjalanan dari luar terutama dari daerah terjangkit apalagi episentrum Covid-19 (imported case), yang kemudian membawa dan menularkan virus tersebut di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sehingga terjadi transmisi lokal (local transmission), dan ini tak bisa dianggap sepele apalagi diremehkan,” tuturnya.

Sepatutnya hal ini menjadi “warning”, tak terkecuali bagi Pemerintah Kabupaten/Kota untuk lebih responsif dan proaktif dalam melakukan pengendalian kasus terutama “screening” atau deteksi dini terhadap penyebaran Covid-19.(rev/7)

Related posts