Alat Berat Tangkapan Ditreskrimsus Polda Babel, Milik Ahap Diurus Bohot?

  • Whatsapp

Menurutnya, informasi mengenai penangkapan alat berat di kawasan hutan lindung dari anggotanya, terkendala signal handphone yang tidak ada di lapangan.

“Soalnya, di lapangan signal tidak ada. Jadi, saya belum tahu, nanti pasti dikonfirmasikan,” ujarnya.

Read More

Kapolres menyarankan agar informasi terkait penangkapan ini disatukan dengan Polda Babel.

“Satu pintu saja sama Polda. Ada, ada informasinya (penangkapan alat berat-red). Belum tahu, saya (telepon) putus-putus sama anggota yang ada di lapangan,” tuturnya.

Dia menambahkan, penangkapan ini koordinasi antara Polda Babel dan Polres Bangka Tengah.

“Nanti dari Polda aja ya. Belum tahu hasilnya, masih di lapangan. Iyakan kita bareng sama Polda,” tukas Slamet.

Informasi lain yang dihimpun wartawan menyebutkan, sebanyak lima unit alat berat beroperasi di dua kawasan hutan lindung Kecamatan Lubuk Besar ini.

Selain itu, tambang inkonvensional (TI) jenis Rajuk yang ilegal juga terpantau beberapa unit. Sedangkan dua unit eksavator lain beroperasi di hutan lindung Sarang Ikan.

Rinciannya, tiga unit alat berat berada di kawasan HL Merapin VI, dua eksavator berukuran sedang beroperasi normal dan satu lagi dalam keadaan rusak, tidak beroperasi. (ran/bis/1)

Related posts