Agen dan Pedagang Jangan Jadi Spekulan Harga

  • Whatsapp

PANGKALPINANG – Tim Satgas Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggelar rapat koordinasi (rakor) identifikasi harga bahan kebutuhan pokok menjelang Ramadan dan Lebaran yang berlangsung di Mapolres Pangkalpinang, Jumat (3/5/2019) siang.

Dalam pertemuan tersebut, puluhan agen, broker dan pedagang daging ayam dan daging sapi dikumpulkan.

Ketua Tim Satgas Pangan Babel, AKBP Indra Krismayadi mengatakan, rakor tersebut digelar lantaran daging ayam sempat mengalami kenaikan harga yang drastis. Sedangkan masyarakat sangat membutuhkan daging ayam sebagai nutrisi tubuh.

“Saya minta perlu disikapi dengan bijak karena kita berpatokan dengan harga yang ditetapkan pemerintah. Apalagi mau puasa dan lebaran, jangan lah kita berspekulasi,” kata AKBP Indra Krismayadi ditemui Rakyat Pos, ditemui usai kegiatan itu.

Baca Lainnya

Menurutnya, harga eceran tertinggi (HET) untuk daging ayam yang telah ditetapkan oleh pemerintah hanya Rp34 ribu.

“Kita bertindak berdasarkan aturan yang ditetapkan oleh pemerintah. Harga ayam ditemui dilapangan Rp36 ribu sampai Rp38 ribu, padahal HET Rp34 ribu,” ungkapnya.

Indra menegaskan, pedagang maupun broker yang menjual tidak sesuai HET dan tidak mengikuti aturan yang telah ditetapkan pemerintah terancam akan dipidana.

“Apalagi melanggar, bisa dipidana. Akan saya periksa dan kita proses,” tegasnya.

Oleh karenanya, dia mengharapkan kepada pedagang dan broker untuk tidak menaikkan harga menjelang puasa.

“Warga sekarang sangat kesulitan, tolong kita berempati kepada kebutuhan masyarakat. Jangan mentang-mentang ada tradisi ruwahan, harga dinaikkan,” pungkas Indra.

Kasubdit 1 Indag, Kompol Wahyudi Rahman menambahkan, rakor tersebut diselenggarakan menyikapi rapat sebelumnya dengan pedagang dan agen.

“Memang, sekarang ini musimnya kita temukan lonjakan harga kebutuhan pokok menjelang bulan puasa. Di Pasar Pagi, tidak ada yang menjual lebih dari Rp34 ribu,” tandas Wahyudi. (bis/6)

Related posts