Ada yang Mengetuk Pintu Rumah Kami Sepanjang Malam

  • Whatsapp

Karya: Rusmin

Ketukan itu laksana rintihan jiwa yang butuh pertolongan dengan segera. Ketukan itu menyelusup ke dalam rongga jiwa warga yang diam di pelosok negeri. Ketukan itu amat menyayat hati. Memilukan hati. Seperti pengemis yang butuh uluran tangan dengan segera dan cepat. Seakan-akan menyiratkan harus segera dibantu.

Read More

Ketukan itu selalu hiasi malam para warga. Dan para warga seakan sudah terbiasa dan maklum. Tapi kini warga mulai terganggu dan resah dengan ketukan itu. Ketukan yang hampir tiap menit. Berganti-ganti nada ketukan.

“Siapa sih orang yang tiap malam mengetuk-ngetuk pintu?” sergah warga. “Kayak nggak punya pekerjaan saja itu orang,” sambung yang lain. “Ah, paling Mang Bengel yang ditinggal istri dan anaknya pulang ke kampung,” jawab warga lainnya.

Sebulan yang lalu, istri Mang Bengel dan anaknya pergi meninggalkan rumah kontrakan mereka. Mang Bengel masih berada di penjara karena terlibat korupsi.Saat mang Bengel pulang, rumah kontrakan mereka telah ditinggali orang lain. Dan Mang Bengel selalu mengetuk pintu rumah warga untuk mencari istri dan anaknya yang telah kabur ke desa karena malu atas perbuata purba suaminya.

Kini ketukan itu makin menggema bak retorika para politisi dipanggung kampanye. Usai Magrib tiap rumah warga diketuk. Dan fenomena ini terjadi tiap lima tahunan. Laksana siklus kehidupan. Ketukan itu sungguh menyayat hati. Seolah-olah butuh pertolongan amat segera. Ketukan itu amat memilukan. Seperti orang yang butuh bala bantuan yang penting dan urgen. Dan ketukan menyayat hati itu selalu menjadi ornamen malam rumah warga.

Kekesalan warga terhadap dentingan ketukan itu akhirnya disampaikan kepada Kepala Keamanan Dusun. Dengan kompak mereka mendatangi rumah Kepala Keamanan Dusun. Melihat warganya ramai datang ke rumahnya, Pak Kepala Keamanan Dusun tampak gugup. Kain sarung yang digunakannya usai Sholat Maghrib tadi tampak melorot sedikit.
Sinyal kedipan mata istrinya membuat Kepala Keamanan Dusun kembali menarik kain sarungnya hingga tepat pada poisisnya yang benar sesuai batas dan ukurannya. Dalam hatinya ada apa gerangan warganya berkelompok datang ke rumahnya malam-malam ini? Tak biasanya warga kompak datang ke rumah. Apalagi semuanya pakai sarung dan berkopiah.

Related posts