Ada PDP Asal Basel Meninggal di RS Siloam, Pemakaman Harus Sesuai SOP Corona

  • Whatsapp
foto: healthmatters.nyp.org

RAKYATPOS.COM, PANGKALPINANG– Pasien dalam pengawasan (PDP) Corona atau Covid-19 asal Kabupaten Bangka Selatan (Basel) yang meninggal saat dirawat di Rumah Sakit Siloam Bangka tetap harus dimakamkan sesuai standar operasional prosedur (SOP) pasien Corona, meski hasil laboratorium atas spesimennya belum keluar.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), dr. Adi Sucipto menyebutkan sesuai standar memang harus disepakati pasien dalam pengawasan Corona harus diperlakukan sesuai SOP jika meninggal yakni petugas pemakaman harus mengenakan Alat Pelindung Diri (APD).

Read More

“SOP menggunakan APD, harus sepakat. Kedua, kalau meninggal belum terbukti, tetapi soal dimakamkan ini banyak versi, tapi perlindungan tetap, dari rumah sakit harus diinformasikan kepada keluarga sehingga mengerti dan dimakamkan semaksimal mungkin agar lebih terisolir, tetap pakai APD,” kata Adi saat konferensi pers di Posko Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, di eks gedung VIP lama Bandara Depati Amir, Jumat (27/3/2020).

Sementara itu, Direktur RSUD Depati Hamzah, M. Fauzan mengatakan karena hasil laboratorium belum diketahui tetapi ada tanda-tanda menuju Covid-19 dan bersatus PDP, seharusnya tidak boleh ada kegiatan yang mengumpulkan banyak orang, dan tidak boleh ada kontak dengan warga lain.

“Cuma kami nggak tau lagi informasi seperti apa sekarang dengan pasien yang meninggal ini, harusnya dikuburkan tanpa ada kontak lagi dengan keluarga, mudah-mudahan pihak rumah sakit sudah menginformasikan ini kepada keluarga,” kata Fauzan.

Menurut dia, pasien tersebut kondisi kesehatan juga sudah kurang baik, dengan riwayat perjalanan pernah ke luar Babel. Sebelumnya, kata Fauzan, pasien yang sudah berusia lanjut ini pernah mau dirujuk ke RSUD Depati Hamzah, namun ruang isolasi sedang penuh.

“Ini kemungkinan PDP tapi belum pasti mengarah Covid-19 atau bukan, masyarakat jangan menganggap pasien meninggal karena sudah pasti Covid-19, belum tentu,” tegasnya.

Juru Bicara Dinas Kesehatan Pemprov Babel, dr. Astrid mengatakan pasien tersebut dirawat di RS Siloam dan baru masuk Kamis kemarin. Sebelumnya, pasien tersebut ternyata pernah dirawat di Pusyandik Basel. Pihaknya menyayangkan, pasien dengan status PDP itu sempat dipulangkan dari Pusyandik, tanpa terlebih dahulu diambil spesimennya.

“Sebelumnya pasien ini pernah dirawat di Pusyandik Basel. Kami belum sempat kesana, karena dibilang sudah sembuh dan pulang, pas masuk ke Siloam ternyata ini pasien yang sama, dan baru diambil satu sampel, sampel kedua belum sempat diambil karena terlebih dahulu meninggal dunia, tetapi uji lab nya sudah kita kirim pagi ini,” jelasnya.

Astrid menegaskan, semua pasien yang sudah berstatus PDP harus diambil sampel dan dirawat di rumah sakit dan tidak diperbolehkan pulang jika kondisi kesehatan pasien tidak memungkinkan. (nov)

JustForex

Related posts