Ada Pasien Suspect Corona di Babel, Kadinkes Minta Warga Jangan Panik

  • Whatsapp
RSUP Dr Soekarno, Air Anyir, Kabupaten Bangka

RAKYATPOS.COM, PANGKALPINANG– Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Soekarno Provinsi Bangka Belitung (Babel) saat ini menangani satu pasien dengan status diwaspadai mengalami corona. Pasien ini dirawat di ruang isolasi dengan ditangani tiga dokter spesialis.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Babel, Mulyono menyebutkan pasien dengan riwayat perjalanan dari Singapura ini menjalani pemeriksaan dan pengawasan di rumah sakit dan masih dalam proses pemeriksaan serta menunggu sampel yang dikirim ke pusat.

Read More

“Iya, ada satu, sekarang sudah menjalani pemeriksaan, hasilnya baru diketahui empat hari ke depan, karena harus dikirim ke puslitbang kemenkes,” kata Mulyono saat dihubungi rakyatpos.com, Senin (17/2/2020).

Namun begitu, Mulyono meminta masyarakat Babel tidak perlu panik dan khawatir, karena pasien ini bisa saja bukan mengidap penyakit corona.

“Saya ndak berani ngomong iya atau tidak, tapi ini seizin pak gubernur saya ingin jelaskan bahwa memang ada satu pasien yang kita pantau, hasilnya menunggu sampel yang dikirim,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur RSUD Dr. Soekarno, Armayani Rusli menyebutkan pasien suspect corona tersebut masuk ke RSU pada hari Minggu kemarin, dengan gejala batuk dan sesak nafas.

“Pengawasan bukan suspect, pengawasan terhadap warga kita yang berasal dari Sungailiat melakukan perjalanan dalam satu Minggu terakhir, 5 Februari beliau ke Singapura dan pulang Senin kemarin 11 Februari melalui Bandara Cengkareng, disana dapat kartu kuning sehat,” jelas Armayani.

Dari Cengkareng, lanjutnya ,pasien sempat pergi ke Bogor, melakukan sembahyang Cap Gomeh, kemudian kembali ke Jakarta dan Rabu pulang ke Bangka.

“Nah, pada hari Jumat mengalami panas, sesak nafas dan dirawat di salah satu rumah sakit di Sungailiat, kemudian Minggu kemarin saya dilaporkan oleh pak kadis, mohon menerima pasien yang diwaspadai mengalami infeksi covid-19 (corona-red),” imbuhnya.

Sebagai rumah sakit rujukan, maka mau tidak mau, pihaknya, kata dia, harus menerima pasien ini dan sekarang sudah masuk di ruang isolasi, diawasi oleh 3 dokter spesialis paru, penyakit dalam dan jantung.

“Sampel pemeriksaan sudah kita kirim pagi tadi ke pusat dan diketahui (hasilnya-red) dua hingga tiga hari ke depan, mudah-mudahan bukan penyakit corona,” tutupnya. (nov)

Related posts