88.897 Warga Beltim Belum Isi SP Online

  • Whatsapp
Syahroni

BPS Beltim akan Gunakan Metode DOPU

MANGGAR – Untuk melakukan pencacahan dalam Sensus Penduduk (SP) Tahun 2020, Badan Pusat Statistik Kabupaten Belitung Timur (BPS Beltim) akan menggunakan metode Drop Off Pick Up (DOPU).

Pencacahan akan dilakukan terhadap 88.897 jiwa. Jumlah itu, merupakan warga yang belum berpartispasi mengisi SP Online pada Februari hingga Mei 2020 lalu. Tingkat partipasi warga Kabupaten Beltim dalam SP Online 2020 mencapai 36.701 jiwa atau 26,25 persen dari seluruh penduduk di Beltim.

Kepala Seksi Integrasi Pengolahan dan Diseminasi Statisktik Badan Pusat Statistik Kabupaten Beltim, Syahroni mengatakan, meski hanya mencapai 26 persen, tingkat partisipasi warga dalam SP Online 2020 sudah melampaui target, yakni 25 persen.

Baca Lainnya

“Kalau secara target Kabupaten kita sudah terpenuhi. Berdasarkan persentase capaian respon terhadap total penduduk pada SP Online lalu, Kabupaten Beltim berada pada urutan ke tiga di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung,” kata Roni, Rabu (8/7/2020).

Bagi penduduk yang belum melaksanakan SP secara Online akan dilakukan pecacahan dengan metode DOPU. Metode DOPU sendiri, menurut Roni, merupakan alternatif untuk mengganti sensus dengan metode wawancara. Tujuannya untuk meminimalisir kontak fisik antara warga dengan petugas sensus.

Seluruh pertanyaan yang ada dalam dokumen sama dengan yang ada pada SP Online. Hanya saja cara pengumpulan datanya yang berbeda.

“Dokumen kuisioner akan di antar ke rumah warga yang belum melaksanakan SP online. Setelah terisi, beberapa waktu kemudian petugas di satuan lingkungan setempat (SLS) akan mengambil kembali dokumen kuisioner tersebut,” jelas Roni.

Pelaksanaan SP dengan Metode DOPU diperkirakan akan berlangsung 15 hari, yakni dari 1 hingga 15 September 2020 mendatang. Singkatnya waktu pelaksanaan, lantaran adanya efisiensi anggaran akibat Covid-19.

“Anggaran BPS secara nasional paling besar persentase pemotongannya sekitar Rp 4 triliyun. Pemotongan ini sangat berimbas khususnya terhadap pelaksanaan SP 2020,” ungkap Roni.

Untuk pelaksanaan SP tahap ke dua ini, BPS akan merekrut ratusan orang untuk menjadi petugas sensus. Sayangnya, meski waktu persiapan untuk pelaksaan SP kian dekat, namun hingga saat ini, BPS Kabupaten Beltim belum juga bisa merekrut petugas.

“Kita masih menunggu petunjuk teknis anggaran. Alokasi awal untuk satu SLS dengan muatan kurang lebih 80 orang, satu orang petugas sensus untuk akan melaksanakan DOPU di 6 SLS atau RT,” ujar Roni.(yan/kmf/3).

Related posts