168 Penumpang Citilink Terbang Bareng PDP Positif Corona

  • Whatsapp
RAPID TES – Tim medis Gugus Tugas saat mengambil sample darah untuk rapid tes terhadap lima orang penumpang Citilink yang pernah terbang satu pesawat dengan pendeta positif Covid-19 asal Toboali, kemarin. Sebanyak 168 penumpang dalam pesawat itu. (Foto: Ist/Nurul Kurniasih)

PANGKALPINANG – Hasil Rapid Test terhadap 5 orang dari 168 penumpang maskapai penerbangan Citilink yang tiba di Bandara Depati Amir Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada 18 Maret 2020 lalu, negatif tertular virus Corona. Para penumpang ini, satu pesawat dan terbang bersama pendeta asal Toboali, Kabupaten Bangka Selatan yang positif terinfeksi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), kemudian meninggal dunia di Rumah Sakit Siloam, Kabupaten Bangka Tengah.

Ketua Sekretariat Pusat Pengendalian Komando Pengendalian dan Operasional (Puskodalops) Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Penanggulangan dan Pencegahan Penyebaran Covid-19 Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Mikron Antariksa mengatakan, tim telah melakukan rapid test kepada beberapa warga yang meminta pemeriksa diri secara mandiri, terkait ditemukannya Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19 yang positif tertular.

Read More

Beberapa warga itu khawatir ikut tertular, setelah melakukan perjalanan dari Jakarta bersama pendeta asal Bangka Selatan yang telah meninggal dunia karena Covid-19. Beruntung dalam hasil tes cepat, tim memastikan lima orang warga Pangkalpinang yang ikut terbang bersama PDP tersebut, negatif Covid-19.

“Lima warga Pangkalpinang ini yang ikut dalam pesawat Citilink turut bersama pendeta, dan hasilnya mereka negatif,” kata Mikron kepada wartawan, Kamis (2/4/2020).

Meskipun hasilnya negatif, namun lima orang itu tetap diimbau untuk menjaga jarak, menjaga kesehatan, lebih meningkatkan pola hidup bersih dan sehat, serta tetap melakukan anjuran pemerintah tidak keluar rumah atau melakukan isolasi mandiri.

Ia menjelaskan, semua penumpang Citilink pada penerbangan Rabu, 18 Maret 2020 lalu satu pesawat dengan pendeta itu, berjumlah 168 orang. Karena baru lima orang yang melakukan pemeriksaan, Tim Gugus Tugas meminta penumpang lainnya ikut memeriksakan diri, agar dapat cepat ditangani jikalau ikut tertular.

Related posts