Zuristyo Serius Kembangkan KEK Pariwisata Babel

  • Whatsapp

Caleg DPR RI

PANGKALPINANG – Penetapan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan lokal maupun manca negara. Pantai eksotik, budaya Melayu-Tionghoa yang harmonis, dan kuliner beragam nan nikmat adalah bagian aset wisata yang siap dinikmati para pelancong.

Hal ini tak lepas dari perhatian Calon Anggota DPR RI Partai NasDem dapil Babel Zuristyo Firmadata, siap melakukan terobosan agar ada lompatan besar pengembangan pariwisata Babel. Salah satunya lewat penetapan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) pariwisata.

” Kita dukung penuh KEK Pantai Timur Sungailiat dan Tanjung Gunung. Inilah terobosan untuk mempercepat pengembangan pariwisata di Pulau Bangka,” kata Calon Anggota DPR RI NasDem nomor urut 1 ini.

Begitupun saat Bang Tyo sapaan akrabnya saat menyoroti KEK Tanjung Kelayang, menjadi bukti pariwisata Belitung melesat. Dana triliunan rupiah mengucur ke Belitung baik dari APBN maupun investor.

” Saya melihat potensi pariwisata kita sudah sejalan dengan apa yang sekarang berkembang. (KEK) ini sebuah terobosan baru, inovasi baru, dan gagasan besar,” ujarnya.

Sebagai putera daerah, Zuristyo akan mengubah image dari Babel minning ke Babel tourism. Dan KEK menurutnya menunjukkan keseriusan Babel menjadi daerah wisata.

” Ini harus diwujudkan. Hadirnya KEK akan lebih mempercepat lagi Bangka menjadi destinasi wisata yang profesional,” kata pria yang saat ini menjabat Ketua DPW Partai NasDem Babel.

Masih kata Zuristyo, Pariwisata Pulau Bangka memiliki keunggulan accessibility. Penerbangan menuju Bangka dari bandara Jakarta hanya memakan waktu sekitar 55 menit. Ini tentu jadi pertimbangan wisatawan.

“Aksesnya lebih dekat. Dan ke depannya bisa terkoneksi dari penerbangan internasional menuju bandara di Bangka. Seperti penerbangan langsung dari Singapura, mungkin tidak sampai satu jam,” tambahnya.

Kentalnya budaya Melayu dan Budaya Tionghoa yang dimiliki Babel, tidak dimiliki daerah lain. Akulturasi sosial menghasilkan kebudayaan yang unik di Babel.

” Babel ini the real Indonesia. Beragam latar belakang tapi hidup harmonis, bisa jadi laboratorium persatuan Indonesia. Kita punya dambus, punya barongsai dan banyak kebudayaan lain. Ini menarik bagi wisatawan,” pungkasnya. (rev/7)

Related posts