Zuristyo: Pariwisata dan Kebudayaan Jadi Motor Penggerak Ekonomi Babel

  • Whatsapp

 “Songkok resam ini hasil kreativitas yang luar biasa…Secara pribadi Saya siap untuk mempertahankan Tradisi dan budaya Bangka Belitung khususnya, dan Budaya bangsa Indonesia umumnya,” Bang Tyo

Pangkalpinang – Tokoh Masyarakat Bangka Belitung Zuristyo Firmadata menilai, potensi alam indah, ditunjang dengan kekayaan lokal daerah bisa menjadi aset wisata terbesar penggerak ekonomi Babel.

“Sangat tidak ternilai budaya luhur yang kita miliki. Apalagi Bangka Belitung memiliki kekayaan budaya yang mengalir dari keberagaman suku dan agama yang harus terus dijaga agar dapat diwariskan ke anak cucu kita,” kata pria yang akrab disapa Bang Tyo saat bersilahturahmi dengan masyarakat Kelapa Kabupaten Bangka Barat baru baru ini.

Caleg DPR RI dari Partai NasDem ini menjelaskan, pengembangan pariwisata Bangka Belitung harus sejalan dengan tradisi dan budaya. Salah satunya kekayaan lokal Babel harus didorong menjadi salah satu produk unggulan pariwisata.

Zuristyo mencontohkan, budaya masyarakat mengenakan kopiah resam adalah bentuk upaya pelestarian yang merupakan salah satu kerajinan khas masyarakat Desa Dendang, Kelapa dan sekitarnya.

“Songkok resam ini hasil kreativitas yang luar biasa. Ini baru salah satu sumbangan kebudayaan yang sangat bernilai dari masyarakat Kelapa untuk Babel dan Indonesia, belum lagi dengan kreativitas yang ada di daerah lainnya,” paparnya.

Pengusaha kelahiran Muntok Kabupaten Bangka Barat ini menambahkan, tradisi dan kebudayaan lokal daerah bisa menjadi benteng moral dan sosial masyarakat dari budaya asing yang tidak sesuai dengan nilai-nilai ketimuran.

” Kedepan tidak menutup kemungkinan masuknya budaya asing yang tidak sesuai dengan budaya masyarakat Bangka Belitung. Misalnya nudis, miras dan lainnya.

‘Ini bisa kita hadang dengan tetap memegang teguh adat dan moral luhur di Bangka Belitung,” kata Bang Tyo

Terlepas itu semua, tentu ini menjadi tanggung jawab bersama semua pihak, termasuk masyarakat dalam menjaga tradisi dan budaya Bangka Belitung  sebagai bagian budaya Indonesia, seperti diatur dalam pasal 14 Undang-undang nomor 10 tahun 2009 tentang Pariwisata.

” Secara pribadi Saya siap untuk mempertahankan Tradisi dan budaya Bangka Belitung khususnya, dan Budyaa bangsa Indonesia umumnya. Tentu ini semua harus dijaga dan dilestarikan bersama sesuai amanat undang-undang juga ya,” tukas pria yang menjabat Ketua ASTRADA Bangka Belitung.(rev/7)

Related posts