Zuristyo Ingatkan Manipulasi C1 akan Berhadapan dengan Rakyat

  • Whatsapp

PANGKALPINANG – Ketua DPW Partai NasDem Zuristyo Firmadata bersyukur raihan suara partai yang dinahkodainya mengalami kenaikan, walaupun belum maksimal dalam raihan kursi tingkat Kota/kabupaten maupun Provinsi.

Kendati demikian, patut disyukuri naiknya suara raihan nasional yang dicapainya, Partai NasDem Babel diyakini akan mengutus salah satu wakilnya menjadi anggota DPR Ri periode 2019-2024. Hal ini tak luput dari kepercayaan masyarakat, kerja keras kader, maupun tim yang bahu membahu membesarkan partai dengan nomor urut lima ini.

” Alhamdulillah berkat kepercayaan masyarakat, raihan suara partai NasDem alamai kenaikan. Atas nama Partai NasDem, Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Babel atas Doa, duukungan, salah satunya mengamanahkan satu wakilnya untuk tingkat DPR-RI,” kata pria yang akrab disapa Bang Tyo.

Dimintai pendapat terkait ramainya dugaan manipulasi C1 di Media Sosial?. Zuristyo mengingatkan agar tidak ada pihak yang nekat memanipulasi hasil rekapitulasi suara di formulir C1 Pemilu 17 April lalu. Hal itu dingatkan, memanipulasi suara rakyat dan merupakan tindakan pidana.

” Kita ingatkan siapapun, apa itu pihak penyelenggara ataupun peserta Pemilu jangan coba-coba merubah, memanipulasi C1, apalagi sampai menghilangkan keterpilihan seseorang wakil rakyat, karena kalian akan berhadapan dengan seluruh rakyat Babel,” kata Zuristyo.

Ditegaskan Tyo, siapapun yang memanipulasi hasil Pemilu pasti terungkap, sebab semua parpol memegang formulir C1 resmi yang ditandatangani KPPS.
“Partai NasDem memegang C1 semua TPS. Kami punya data lengkap. Jadi jangan coba-coba merubahnya, kalau nekat memanipulasi hasil C1 siap-siap berhadapan dengan rakyat, siap-siap juga dipidana, ancamannya 4 tahun penjara,” ingatnya.

Partai NasDem kata Tyo segera membahas dugaan kecurangan itu. Mereka akan membentuk tim yang akan mengumpulkan bukti-bukti dugaan kecurangan. Hasilnya akan disampaikan ke DPP NasDem untuk ditindaklanjuti.

“Kita siapkan banyak opsi untuk pihak yang melakukan manipulasi ini. Kita pastikan yang bersalah harus bertanggung jawab sesuai hukum,” tegasnya.

Manipulasi suara kata Tyo akan mendelegitimasi hasil Pemilu sehingga caleg yang dilantik tidak kredibel dan legitimate. Hal ini berakibat buruk bagi masa depan demokrasi Indonesia.

” Jangan sampai Rakyat jadi apatis pada Pemilu, mereka pikir buat apa nyoblos kalau hasilnya tidak sesuai dengan pilihan rakyat,” tukasnya seraya meminta Bawaslu dan aparat hukum menindak tegas pihak-pihak yang terindikasi memanipulasi suara rakyat ini. (*rev/7)

Related posts